Pengunjung Online : 509
Hari ini :1.787
Kemarin :15.396
Minggu kemarin:119.920
Bulan kemarin:432.563

Anda pengunjung ke 48.593.001
Sejak 01 Muharam 1429
( 10 Januari 2008 )

Pengunjung baru?
   |   

Ads_C1
Tsulasa', 06 Dzul Qa'dah 1435 (Senin, 1 September 2014)
Beranda > Berita > Festival Teater Dulmuluk di Palembang
19 November 2008 03:46

Festival Teater Dulmuluk di Palembang

 
Festival Teater Dulmuluk di Palembang

Palembang, Sumatera Selatan- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan Festival Teater Dulmuluk selama dua hari di Palembang Indah Mall mulai Senin (17/11). Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mengangkat kesenian tradisional Dulmuluk yang merupakan kesenian asli Sumsel.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Rahman Zeth mengatakan, festival tersebut merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, festival serupa dilaksanakan di Benteng Kuo Besak (BKB).

Menurut dia, keberadaan teater Dulmuluk harus dilestarikan karena kesenian tersebut merupakan kesenian khas Sumsel. Selain festival, pemerintah juga mengangkat seni tersebut dengan menampilkannya di Taman Mini Indonesia. ”Kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan,” ujarnya.

Festival Teater Dulmuluk juga dilaksanakan untuk mendukung program Visit Musi 2008. Lomba diikuti sekitar 15 peserta, di antaranya dari Palembang, Ogan Ilir, Universitas PGRI, dan Baturaja.

Ketua Himpunan Teater Tradisional Sumsel Muhsin Fajri mengatakan, sebenarnya minat masyarakat terhadap Dulmuluk sudah mulai meningkat. Saat ini terdapat sekitar 25 kelompok teater Dulmuluk di Sumsel. ”Kalau dulu beberapa grup saja dan sudah terancam punah,” ujarnya.

Menurut dia, salah satu upaya mengangkat kesenian tersebut yaitu dengan mengenalkannya ke sekolah-sekolah. Para guru dan siswa diberi pembinaan serta pelatihan sehingga mereka mampu memainkannya.

Meskipun demikian, pengembangan teater Dulmuluk masih terkendala kurangnya pelatih. Kondisi tersebut akibat hampir terputusnya generasi teater Dulmuluk beberapa waktu lalu. ”Kami harap pemerintah sering mementaskan Dulmuk dan memberikan stimulan untuk pengembangannya,” katanya. (WIE)

Sumber : http://www.kompas.com/ (19 November 2008)
Kredit foto : Kompas (Siwi Nurbiajanti – Kompas Images)

Dibaca 6.521 kali

Share
Facebook

Tulis komentar Anda !




Custom Search