Pengunjung Online : 302
Hari ini :181
Kemarin :13.081
Minggu kemarin:96.945
Bulan kemarin:318.741

Anda pengunjung ke 48.425.586
Sejak 01 Muharam 1429
( 10 Januari 2008 )

Pengunjung baru?
   |   

Ads_C1
Jum'ah, 03 Syawal 1435 (Kamis, 31 Juli 2014)
Beranda > Berita > Bangunan Kuno di Yogyakarta Akan Mulai Dinilai
3 Juni 2009 05:13

Bangunan Kuno di Yogyakarta Akan Mulai Dinilai

 
Bangunan Kuno di Yogyakarta Akan Mulai Dinilai

Yogyakarta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta akan menilai bangunan kuno yang layak dikategorikan sebagai bangunan cagar budaya mulai Juni 2009. "Penilaian itu akan para ahli dari tiga universitas di Yogyakarta,  yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta, Sudibyo, di Yogyakarta, Senin.

Ia mengatakan, pemerintah kota sudah membahas proposal kerja sama dengan tiga universitas tersebut dan akan segera disahkan pada bulan ini juga. Menurut dia, setelah kerja sama itu disahkan, melalui fakultas yang terkait dengan bangunan kuno dan cagar budaya, para ahli perguruan tinggi tersebut akan mulai bekerja.

Fakultas yang diajak bekerja sama dalam penilaian bangunan kuno adalah, Fakultas Teknik Sipil jurusan Arsitektur dan Perencanaan UII, Fakultas Ilmu Budaya UGM dan jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab UIN. Pemerintah Kota Yogyakarta berharap pihak universitas dapat melakukan persiapan dan memberi bekal kepada mahasiswa yang nantinya akan diterjunkan masuk tim penilai bangunan kuno karena diperkirakan jumlah bangunan cagar budaya di Kota Yogyakarta akan bertambah.

Ia memperkirakan penambahan bangunan kuno yang masuk dalam kategori bangunan cagar budaya ada di daerah Sagan, karena pada saat Indonesia masih menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS), bangunan di daerah tersebut menjadi perumahan menteri. "Usia bangunan diperkirakan lebih dari 50 tahun dan secara latar belakang, bangunan itu sudah memenuhi kategori cangunan cagar budaya," kata Sudibyo.

Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta, bangunan kuno yang masuk bangunan cagar budaya sebanyak  87 bangunan. Pemerintah kota juga berniat memberikan insentif pajak, khususnya pajak bumi dan bangunan,  kepada pengelola bangunan cagar budaya yang didasarkan pada hasil penilaian terutama atas kepedulian mereka melestarikan bangunan tersebut. (Ant/Kom)

Sumber: http://oase.kompas.com
Kredit Foto: http://wisatamelayu.com

Dibaca 2.371 kali

Share
Facebook

Tulis komentar Anda !




Custom Search