Jum'ah, 03 Syawal 1435 (Kamis, 31 Juli 2014)
Loading

Makanan Khas Makassar Terancam Digusur

 
Makanan Khas Makassar Terancam Digusur

Makassar, Sulsel - Peran makanan tradisional Makassar, pisang epe, dalam pariwisata Kota Makassar tidak bisa dipinggirkan. Anggota DPRD Makassar, Enre Cecep Lantara, mengungkapkan hal tersebut saat menanggapi protes 50 pedagang pisang epe terhadap kebijakan pemerintah kota. Kebijakan tersebut adalah penggusuran keberadaan pedagang pisang epe di kawasan Pantai Losari sebab dinilai berjualan tak sesuai jadwal.

"Saya kira peran mereka dalam pariwisata kota tidak bisa dipinggirkan. Selama ini, mereka selalu dicari jika ada event di daerah ini baik itu wisata maupun bukan," kata Enre, Senin (11/4/2011).

Apalagi, pisang epe adalah ikon makanan khas Kota Makassar yang sudah didaftarkan dalam brosur-brosur pariwisata kota. Enre mengatakan, masalah tersebut harus secepatnya ditindaklanjuti pemerintah. Ia berjanji akan melakukan mediasi.

Koordinator pedagang pisang epe, Firo, saat berunjuk rasa di DPRD Makassar mengatakan, kebijakan penggusuran mematikan usaha masyarakat kecil sekaligus ikon wisata kuliner Makassar.

"Penggusuran itu tidak hanya menimbulkan bibit kemiskinan baru, tetapi juga mengacaukan pengembangan pariwisata kota yang memasukkan kuliner tradisional sebagai salah satu faktor pendukung," ujarnya.

Menurut dia, agar bisa teratur dengan baik, pedagang hanya meminta jadwal menjual dimajukan menjadi pukul 17.00-01.00 WITA dari ketentuan pukul 22.00-01.00  seperti selama ini diberlakukan.

Karena jika mengikuti ketentuan lama, pedagang sangat sulit mendapatkan pembeli yang secara langsung memengaruhi jumlah pendapatan mereka. Dalam aksi itu, mereka juga mendesak pihak Dewan Makassar memfasilitasi pertemuan pedagang dan pemerintah kota untuk mencari solusi terbaik.

Dalam pertemuan itu nantinya, kata Firo, selain penambahan jadwal menjual, pedagang akan meminta pengakuan secara hukum dari pemerintah untuk berjualan di sebelah barat Anjungan Pantai Losari. "Kami juga meminta pertanggungjawaban dinas budaya dan pariwisata," katanya.

Sumber: http://travel.kompas.com

Dibaca 2.404 kali

Tulis komentar Anda !



Ads

Adsense Indonesia