Pengunjung Online : 1.253
Hari ini :8.293
Kemarin :20.695
Minggu kemarin:93.155
Bulan kemarin:318.741

Anda pengunjung ke 48.400.762
Sejak 01 Muharam 1429
( 10 Januari 2008 )

Pengunjung baru?
   |   

Ads_C1
Sabtu, 27 Ramadhan 1435 (Jumat, 25 Juli 2014)
Custom Search
Andong
Kota Yogyakarta - D.I. Yogyakarta - Indonesia
Andong
Andong di Yogyakarta
Rating : Rating 3.3 3.3 (12 pemilih)

A. Selayang Pandang

Andong atau dokar  merupakan salah satu alat transportasi khas kota Yogyakarta. Andong memiliki  sebutan lain, yakni delman, bendi, maupun sado. Menurut seorang antropolog yang  pernah meneliti andong, satu hal yang membuat andong di Yogyakarta berbeda dengan  andong di beberapa daerah lain, seperti di Surakarta  dan Cirebon, ialah  pada bentuknya yang lebih kecil, meski sama-sama beroda empat.

Ditilik dari  sejarahnya, andong merupakan kereta kuda beroda empat yang hanya boleh digunakan  oleh para bangsawan, utamanya raja dan kerabatnya. Di awal abad XIX hingga awal  abad XX, andong ini menjadi salah satu penanda status sosial para priyayi (kerabat) keraton. Hal ini dimulai ketika Mataram dipimpin oleh Sultan  Hamengkubuwono VII (sekitar awal abad ke-19). Ketika itu, rakyat jelata tidak  diperkenankan menggunakan andong. Rakyat umumnya hanya menggunakan gerobak sapi  ataupun kereta kuda (dokar) beroda dua sebagai alat transportasi. Pada pemerintahan  raja berikutnya, yakni Sultan Hamengkubuwono VIII, andong berangsur mulai  digunakan oleh masyarakat umum. Walaupun, masih terbatas untuk kalangan para  pengusaha dan pedagang saja.

Penjelasan  selengkapnya mengenai bagaimana andong beralih fungsi, dari kendaraan para  bangsawan keraton hingga menjadi alat transportasi publik dan pariwisata, dapat  ditemui di Museum Kereta yang berada di sebelah barat Keraton Yogyakarta.     

B. Keistimewaan

Kini, berkeliling kota dengan andong  merupakan pengalaman menarik yang tidak akan wisatawan dapati di tempat lain. Untuk  menikmati pengalaman ini, wisatawan dapat memilih andong yang diminati. Ada dua jenis andong di Yogyakarta,  meskipun bentuknya sama. Pertama, andong ‘biasa‘ atau bisa dikatakan andong  non-wisata. Dan, kedua, andong wisata.

Wisatawan dapat  dengan mudah mengidentifikasi andong wisata karena andong ini umumnya tampak  lebih bersih, terawat, dan relatif baru. Pada bagian depan, andong wisata ini diterakan  nomor andong yang ditulis dengan angka Jawa. Selain itu, wisatawan dapat  memperhatikan sang kusir andong yang lengkap dengan pakaian Jawa, yakni blangkon, sorjan lurik, dan celana ¾ panjang kaki berwarna hitam.

Selain keistimewaan  berkeliling kota dengan andong khas Yogyakarta, temui  cara bertutur dan keramahan khas Yogyakarta dari sang kusir andong yang mampu  menceritakan secara baik sejarah perkembangan kota  Yogyakarta.

C. Lokasi

Andong biasa dapat  ditemui di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten  Gunung Kidul, dan Kabupaten Kulon Progo di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.  Sementara itu, andong wisata hanya dapat ditemui di Kota Yogyakarta lantaran  hanya berjumlah 100 unit.

D. Akses

Berjalan-jalanlah di kawasan Malioboro, Yogyakarta, maka anda akan menemui puluhan andong wisata yang berjejer di jalur lambat (jalur khusus  sepeda, becak, dan andong). Puluhan andong wisata tersebut parkir di depan  komplek pertokoan di kawasan Malioboro. Selain di tempat ini, wisatawan juga  dapat mencarinya di sekitar Pasar Beringharjo dan Alun-Alun Utara (Alun-Alun Lor) yang letaknya tidak jauh  dari kawasan Malioboro.

Bila wisatawan  menghendaki untuk mencoba naik andong biasa, maka andong non-wisata itu dapat  dijumpai di hampir seluruh pasar tradisional di Yogyakarta.

E. Harga Sewa

Bila wisatawan  ingin berkeliling kota Yogyakarta  menggunakan jasa andong wisata, maka tarif untuk jasa wisata jalan-jalan keliling  Malioboro - keraton - Pasar Ngasem - Tamansari - Pojok Beteng-Pathuk-Sosrowijayan - Malioboro sebesar Rp. 20.000—30.000 (Februari 2008). Sementara itu, untuk harga sewa  andong non-wisata tergantung jauh-dekatnya tempat yang dituju penumpang.

(Khidir Marsanto/WM/24/03-08)

__________

Sumber Foto: mycityblogging.com



Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro, silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Sisingamangaraja No. 27 Yogyakarta.
Telp. +62 274 8373005. Fax. +62 274 379250
Email : maharatu@maharatu.com -maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com


Share
Facebook
Dibaca 9.793 kali
Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.
Komentar - komentar

adi   01/05/09 09:39
semarang

wahhh, asyik sekali ya bisa jalan2 naik andong.
paryantoarmy   03/07/09 06:27
Mulo Wonosari Gunungkidul

Numpak andong karo pacare enak banget... goyang kanan, goyang kiri... bingung mbayare... ha.. ha..
Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.wisatamelayu.com/
Komentar - komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
    your browser doesn't support image
Masukkan text diatas
*
   
* = Harus diisi
Fasilitas
  • Hotel
  • Bank
  • ATM dan Penukaran Uang
  • Pusat Informasi Wisata
  • Restoran dan Cafe
  • Biro Perjalanan
  • Souvenir / Cindera Hati
  • Imigrasi
  • Konsulat
  • Terminal Bus
  • Stasiun Kereta Api
  • Pelabuhan Laut / Dermaga
  • Pelabuhan Udara / Bandara
  • Maskapai Penerbangan
  • Kantor Pos
  • Telekomunikasi
  • Rumah Sakit
  • Fotografi & Studio
  • Catering
  • Fasilitas Lainnya
Ads