Pengunjung Online : 1.478
Hari ini :11.633
Kemarin :14.898
Minggu kemarin:98.727
Bulan kemarin:432.563

Anda pengunjung ke 48.690.044
Sejak 01 Muharam 1429
( 10 Januari 2008 )

Pengunjung baru?
   |   

Ads_C1
Arbia', 21 Dzul Qa'dah 1435 (Selasa, 16 September 2014)
Custom Search
Masjid Agung Demak
Kabupaten Demak - Jawa Tengah - Indonesia
Masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak di Desa Kauman, Kabupaten Demak
Rating : Rating 2.2 2.2 (32 pemilih)

A.  Selayang Pandang

Masjid  Agung Demak merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid ini memiliki nilai historis yang sangat penting bagi perkembangan Islam di tanah air, tepatnya pada masa Kesultanan Demak Bintoro. Banyak masyarakat memercayai masjid  ini sebagai tempat berkumpulnya para wali penyebar agama Islam, yang lebih dikenal  dengan sebutan Walisongo (Wali Sembilan). Para wali ini sering berkumpul untuk beribadah, berdiskusi tentang penyebaran agama Islam, dan mengajarkan ilmu-ilmu Islam kepada penduduk sekitar. Oleh karenanya, masjid ini bisa dianggap sebagai monumen hidup penyebaran Islam di Indonesia dan bukti kemegahan Kesultanan  Demak Bintoro.

Masjid Agung Demak didirikan dalam tiga tahap. Tahap pembangunan pertama adalah pada tahun 1466. Ketika itu masjid ini masih berupa bangunan Pondok Pesantren  Glagahwangi di bawah asuhan Sunan Ampel. Pada tahun 1477, masjid ini dibangun  kembali sebagai masjid Kadipaten Glagahwangi Demak. Pada tahun 1478, ketika  Raden Fatah diangkat sebagai Sultan I Demak, masjid ini direnovasi dengan penambahan  tiga trap. Raden Fatah bersama Walisongo memimpin proses pembangunan masjid ini  dengan dibantu masyarakat sekitar. Para wali saling membagi tugasnya masing-masing. Secara umum, para wali menggarap soko guru yang menjadi tiang  utama penyangga masjid. Namun, ada empat wali yang secara khusus memimpin pembuatan  soko guru lainnya, yaitu: Sunan Bonang memimpin membuat soko guru di bagian  barat laut; Sunan Kalijaga membuat soko guru di bagian timur laut; Sunan Ampel  membuat soko guru di bagian tenggara; dan Sunan Gunungjati membuat soko guru di  sebelah barat daya.             

B.  Keistimewaan

Luas  keseluruhan bangunan utama Masjid Agung Demak adalah 31 x 31 m2. Di  samping bangunan utama, juga terdapat serambi masjid yang berukuran 31 x 15 m  dengan panjang keliling 35 x 2,35 m;  bedug dengan ukuran 3,5 x 2,5 m; dan tatak rambat dengan ukuran 25 x 3  m. Serambi masjid berbentuk bangunan yang terbuka. Bangunan masjid ditopang  dengan 128 soko, yang empat di antaranya merupakan soko guru sebagai penyangga  utamanya. Tiang penyangga bangunan masjid berjumlah 50 buah, tiang penyangga serambi berjumlah 28 buah, dan tiang kelilingnya berjumlah 16 buah.  

Masjid ini  memiliki keistimewaan berupa arsitektur khas ala Nusantara. Masjid ini  menggunakan atap limas bersusun tiga yang berbentuk segitiga sama kaki. Atap limas  ini berbeda dengan umumnya atap masjid di Timur Tengah yang lebih terbiasa dengan  bentuk kubah. Ternyata model atap limas bersusun tiga ini mempunyai makna,  yaitu bahwa seorang beriman perlu menapaki tiga tingkatan penting dalam keberagamaannya: iman, Islam, dan ihsan. Di samping itu, masjid ini memiliki lima  buah pintu yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lain, yang memiliki  makna rukun Islam, yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji. Masjid ini  memiliki enam buah jendela, yang juga memiliki makna rukun iman, yaitu percaya  kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, hari  kiamat, dan qadha-qadar-Nya.

Bentuk bangunan  masjid banyak menggunakan bahan dari kayu. Dengan bahan ini, pembuatan bentuk  bulat dengan lengkung-lengkungan akan lebih mudah. Interior bagian dalam masjid  juga menggunakan bahan dari kayu dengan ukir-ukiran yang begitu indah.

Bentuk bangunan masjid yang unik tersebut ternyata hasil kreativitas masyarakat pada saat itu. Di samping banyak mengadopsi perkembangan arsitektur lokal ketika itu, kondisi iklim tropis (di antaranya berupa ketersediaan kayu) juga mempengaruhi proses pembangunan masjid. Arsitektur bangunan lokal yang berkembang pada saat itu,  seperti joglo, memaksimalkan bentuk limas dengan ragam variasinya.

Masjid  Agung Demak berada di tengah kota dan menghadap ke alun-alun yang luas. Secara  umum, pembangunan kota-kota di Pulau Jawa banyak kemiripannya, yaitu suatu  bentuk satu-kesatuan antara bangunan masjid, keraton, dan alun-alun yang berada  di tengahnya. Pembangunan model ini diawali oleh Dinasti Demak Bintoro. Diperkirakan, bekas Keraton Demak ini berada di sebelah selatan Masjid Agung  dan alun-alun.

Di lingkungan Masjid Agung Demak ini terdapat sejumlah benda-benda peninggalan bersejarah, seperti Saka Tatal, Dhampar Kencana, Saka Majapahit, dan Maksurah. Di samping  itu, di lingkungan masjid juga terdapat komplek makam sultan-sultan Demak dan  para abdinya, yang terbagi atas empat bagian: 

  • Makam Kasepuhan, yang terdiri atas 18 makam, antara  lain makam Sultan Demak I (Raden Fatah) beserta istri-istri dan putra-putranya,  yaitu Sultan Demak II (Raden Pati Unus) dan Pangeran Sedo Lepen (Raden  Surowiyoto), serta makam putra Raden Fatah, Adipati Terung (Raden Husain).
  • Makam Kaneman, yang terdiri atas 24 makam, antara lain makam Sultan Demak III (Raden Trenggono), makam istrinya, dan makam  putranya, Sunan Prawoto (Raden Hariyo Bagus Mukmin). 
  • Makam di sebelah barat Lasepuhan dan Kaneman, yang terdiri atas makam Pangeran Arya Penangsang, Pangeran Jipang, Pangeran Arya  Jenar, Pangeran Jaran Panoleh. 
  • Makam lainnya, seperti makam Syekh Maulana Maghribi, Pangeran Benowo, dan Singo Yudo.

C. Lokasi

Masjid  Agung Demak terletak di Desa Kauman, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah,  Indonesia.

D. Akses

Letak masjid yang berada di tengah kota memudahkan bagi pengunjung untuk menuju  lokasi, baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

E. Tiket

Tidak  dipungut biaya alias gratis.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lain

Di sekitar masjid terdapat sejumlah penginapan. Di samping itu, juga terdapat banyak  penjual makanan, minuman, cinderamata, dan oleh-oleh untuk dibawa pulang.

(Happy Susanto/wm/13/03-08)
__________

Sumber Foto: Koleksi www.wisatamelayu.com (Fotografer: Risman Marah)



Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro, silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Sisingamangaraja No. 27 Yogyakarta.
Telp. +62 274 8373005. Fax. +62 274 379250
Email : maharatu@maharatu.com -maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com


Share
Facebook
Dibaca 27.973 kali
Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.
Komentar - komentar

Dhilan Djalani Kusumaputra   16/07/08 04:26

Assalamu’alaykum..Wr. Wb..

Kami mohon penulis sejarah juga nama-nama asli (jawa) dari makam di kawasan Masjid Demak. Dan usahakan para pengemis disekitar makam tersebut ditertibkan, agar para tamu yang berkunjung dari manca negara atau lokal nyaman dalam menjalankan itikafnya.
Wassalamu’alaykum Wr. Wb..

Terima kasih
A.URIP SUNTORO   26/11/08 03:51
PERUM.TRANGKIL SEJAHTERA A/ 40 SEMARANG

Mohon obyek wisata Relegius ini dilestarikan karena sejarah peninggalan kanjeng Sunan Kali jaga (Para Wali 9) harus diuri-uri sebagai cagar Budaya dan aset wisata andalan Kota Wali.
Mohon pemerintah Kab Demak bisa menertibkan para PKL (pedagang kaki lima) sepanjang jalan masuk ke Lokasi Makam Kanjeng Sunan yang sangat menganggu. Pejalan kaki yang akan berziarah menuju Makam terasa sempit, padat, sumpek, masih juga dipadati oleh para pengemis. Kami menyayangkan Kenapa PemKab tidak segera menertibkan atau carikan lokasi yang cocok untuk jualan PKL. Bagaimanapun juga saya juga orang asli Kadilangu Demak, walaupun dari jauh kami juga ikut nguri-uri kebudayaan jawa khususnya kebudayaan Kota Wali. Terima kasih.
SITI AISHAH BT MOHD DESA   30/03/09 03:46
NO.12, LORONG RUSA 7, TAMAN SELAMAT, ALMA, 14020 BUKIT MERTAJAM, PULAU PINANG, MALAYSIA.

Ceritakan dengan lebih lanjut tentang daerah kesunanan dan makam para wali. Juga saya ingin tahu lebih detail tentang silsilah walisongo. trims.
Djenambang Bin Tandjak   22/04/09 03:45
Desa Rangkapanjaya Rt 007/01 Depok 16435

Alhamdulillah... Ternyata minat para pemerhati sejarah islam di indonesia cukup kuat dari saudara serumpun. Semoga membuat pemerintah pusat dan daerah lebih peduli juga tentang sejarah nenek moyangnya sendiri. Pertanyaan kami, mengapa ada dua makam pangeran jipang!?? Satu ada di kompleks sekitar Masjid Demak, dan satunya lagi ada di kompleks makam Sunan Gunung Djati.
Terima kasih.
Richo   24/07/09 08:03
Bogor

tolong di sekitar makam di tulis daftar nama tokoh yang dimakamkan, karena saya liat bnyak makam yang tidak ada nama d batu nisannya. d museum pun cuma ada ketrangan tulisan jawa. keberangkatan saya k demak untk mencari t0k0h sut0p0 tp krna tdk ada ketrangan pencarian saya kurang memuaskan. m0h0n klo da yg tw ttng inf0 tk0h sutop0 menghub sya d 085693389528 atw phos_lone@yahoo.com
eta   27/08/09 08:52
Demak

Sebagai seorang calon sejarawan Dari kota Demak saya bangga lahir dI Demak. saya ingin mengkaji lebih jauh tentang situs kerajaan Demak yang tesembunyi dengan berbagai Hal mistik, adakah yang ingin melakukan penelitian bersama saya u/ memecahkan hal ini...
add me di Deta_pantura@yahoo.come.thq
ahmad syafei   06/09/09 02:04
jl.sultan hasanudin no.38 Tambun Kab. Bekasi

peninggalan kebudayaan Mesjid Demak harus tetap dilestarikan untuk kepentingan generasi mudanya.
Budi Waskito   03/10/09 04:17
Ngawi

minta nomor telepon sekretariat masjid agung demak yang bisa dihubungi. terima kasih.
email saya: bodeuazqto@yahoo.com
md noor buyamin   31/01/10 12:17
396 air tawar 5, kota tinggi, johor.

Sejarah Wali Songo - perlukan banyak pendedahan bagi pengatehuan generasi hari ini dan akan datang
bayu fia arista surya putra   04/03/10 09:02
demak

sangatlah d sayangkan masjid agung demak , sangat kotor sekali, sebagai putra demak sangat malu melihat masjid agung demak yg kotor kurang terawat, bagian dalam masjid yg banyak sarang laba2.diminta pihak pengelola masjid untuk d perhatikan kelestarian dan kenyamanan lingkuangan dalam masjid. sangat menggagu saat beribadah, sangat jauh berbeda dgn kondisi dulu 20thn yg lalu. sebagai putra demak kita semua akn mendukung keagungan kelestarian masjid agung demak , cc: bupati demak minta tolong d perhatikan , ini kritik yg membangun demi kemajuan demak ,terima kasih
Saefullah Yusuf   03/06/10 02:30
Lebak Pasar II/345 Rt 002 Rw 005 Bogor

Yang menarik di Demak , obsesi Kepala desa Mlatiharjo - desa juara Lomba desa tingkat kab Demak 2010. Seharusnya rakyat Demak bangga punya kepala desa yang berdedikasi tinggi untuk kesejahteraan masyarakatnya. Seandainya saya warga Demak akan saya usung p. Heri Sugihartono Kades Mlatiharjo - Gajah untuk jadi Bupati atau Wakil Bupati mendampingi p.Tafta Zani
Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.wisatamelayu.com/
Komentar - komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
    your browser doesn't support image
Masukkan text diatas
*
   
* = Harus diisi
Fasilitas
  • Hotel
  • Bank
  • ATM dan Penukaran Uang
  • Pusat Informasi Wisata
  • Restoran dan Cafe
  • Biro Perjalanan
  • Souvenir / Cindera Hati
  • Imigrasi
  • Konsulat
  • Terminal Bus
  • Stasiun Kereta Api
  • Pelabuhan Laut / Dermaga
  • Pelabuhan Udara / Bandara
  • Maskapai Penerbangan
  • Kantor Pos
  • Telekomunikasi
  • Rumah Sakit
  • Fotografi & Studio
  • Catering
  • Fasilitas Lainnya
Ads