Pengunjung Online : 1.426
Hari ini :11.778
Kemarin :22.914
Minggu kemarin:134.185
Bulan kemarin:459.585

Anda pengunjung ke 49.120.018
Sejak 01 Muharam 1429
( 10 Januari 2008 )

Pengunjung baru?
   |   

Ads_C1
Jum'ah, 25 Safar 1436 (Kamis, 18 Desember 2014)
Custom Search
Beranda > Wisata Gereja > Gereja Puh Sarang
Gereja Puh Sarang
Kabupaten Kediri - Jawa Timur - Indonesia
Gereja Puh Sarang
Gereja Puh Sarang
Rating : Rating 1 1 (3 pemilih)

A. Selayang Pandang

Ketika sebuah ajaran agama disebarkan di wilayah yang baru, biasanya agama itu akan berusaha melakukan inkulturasi atau proses penyerapan budaya lokal untuk memudahkan penduduk dalam memahami ajarannya sehingga bisa tertarik mengikuti agama tersebut. Salah satu contoh adalah proses inkulturasi agama Islam dam agama Hindu di Kabupaten Kudus. Hingga saat ini, sangat jarang terlihat warga Kudus asli menjadikan sapi sebagai bahan utama pembuatan Soto Kudus. Mereka lebih memilih menggunakan daging kerbau atau daging ayam. Hal ini berdasarkan pada ajaran Sunan Kudus yang melarang umatnya menyantap daging sapi sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat Hindu yang lebih dulu ada di wilayah tersebut.


Puh Sarang, Gereja Hindu Jawa
Sumber Foto: http://chatrines.multiply.com

Contoh lainnya bisa dilihat di Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta. Di wilayah ini berdiri Gereja Ganjuran yang merupakan simbol perpaduan budaya Eropa, Budha, Hindu, dan Jawa. Namun perlu Anda ketahui, tak hanya Gereja Ganjuran yang melakukan inkulturasi dengan berbagai budaya yang ada. Di Kabupaten Kediri pun terdapat sebuah gereja yang melakukan inkulturasi dengan budaya Hindu dan Jawa. Gereja tersebut adalah Gereja Puh Sarang.

Gereja Puh Sarang adalah gereja Katolik yang dibangun oleh Ir. Henricus Maclaine Pont pada tahun 1636 atas permintaan Romo H. Wolters, CM, yang menjabat sebagai pastur paroki Kediri pada waktu itu. Sejak awal pembangunannya, Pastur Wolter mengkonsep gereja ini menjadi sebuah “Gereja Hindu Jawa”, dan harapan beliau sesuai dengan obsesi sang arsitek. Henricus Maclaine Pont merupakan sosok yang ada di balik pembangunan Museum Trowulan. Dia memiliki pengetahuan yang dalam tentang situs Majapahit. Oleh karena itu, Puh Sarang didesain dengan konsep Hindu Jawa dan memiliki kesamaan bentuk fisik dengan Museum Trowulan yang telah hancur pada tahun 1960. Peletakan batu pertama pembangunan gereja dilakukan oleh Mgr. Th. De Backere, CM (Prefektur Apostolik Surabaya kala itu) pada tanggal 11 Juni 1936, bertepatan dengan pesta Sakramen Mahakudus.


Gapura Gua Maria Lourdes dan Jalan Salib Bukit Golgota
Sumber Foto: http://chatrines.multiply.com

Dalam perkembangannya, Gereja Puh Sarang telah mengalami beberapa kali renovasi, penambahan bangunan, dan perluasan areal kompleks. Namun, renovasi tersebut tidak mengubah bentuk asli bangunan induk gereja. Saat ini Gereja Puh Sarang tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya misa atau ibadah saja, melainkan sudah dikembangkan juga menjadi tempat ziarah dan obyek wisata religius.

B. Keistimewaan

Sesuai dengan keinginan Pastur Wolter untuk menampilkan iman Kristiani dan tempat ibadah yang berpadu dengan budaya setempat (Hindu Jawa), Henricus Maclaine pun berhasil mewujudkan keinginan tersebut. Secara sepintas bangunan gereja terlihat seperti sebuah kapal yang menempel di gunung. Hal itu melambangkan kisah yang terdapat di Alkitab tentang bahtera Nabi Nuh yang mendarat di Gunung Ararat. Perahu tersebut menyelamatkan Nuh dan keluarganya yang percaya kepada Tuhan dari air bah yang melanda bumi.

Bangunan yang serupa dengan gunung tersebut merupakan bangunan induk yang merupakan tempat sakral di mana terdapat altar, sakramen mahakudus, bejana baptis, sakristi, dan ruang pengakuan dosa. Hal ini senada dengan budaya Jawa yang melambangkan gunung atau gunungan sebagai tempat suci di mana manusia bisa bertemu dengan penciptanya. Dulunya bangunan ini dikhususkan untuk mereka yang telah dibaptis dan menjadi anggota umat. Namun, saat ini siapapun boleh masuk ke dalam bagian ini asal tidak mengganggu jalannya ibadah.


Altar Gereja Puh Sarang
Sumber Foto:
http://part-of-myjourney.blogspot.com

Altar yang ada di Gereja Puh Sarang memiliki bentuk yang khas. Altar ini terbuat dari batu besar yang beratnya 7 ton dan dipahat dengan gambar rusa. Di atas altar terdapat tabernakel dari kuningan tempat menyimpan hosti. Selain itu, di sekitar altar terdapat relief yang dibuat dari batu bata merah yang disusun tanpa semen, hanya menggunakan campuran air, kapur, dan gula. Relief yang berdasarkan pada kisah-kisah di Alkitab tersebut terlihat seperti relief yang biasa terpahat di candi-candi yang ada pada zaman Majapahit.

Selain bangunan induk, di tempat ini terdapat pendopo yang berbentuk ruangan terbuka dan tidak ada hiasannya sama sekali. Dalam tradisi kerajaan, pendopo merupakan tempat persiapan sebelum seseorang masuk ke dalam istana untuk menghadap raja. Demikian halnya dengan pendopo yang ada di Gereja Puh Sarang. Pendopo ini merupakan tempat persiapan sebelum umat mengikuti ibadah, menghadap Tuhan yang menjadi Raja mereka.


Pendopo Gereja di Malam Hari
Sumber Foto: http://part-of-myjourney.blogspot.com

Keunikan lain Gereja Puh Sarang adalah adanya gapura atau pintu gerbang masuk yang menyerupai candi Hindu. Gerbang ini terbuat dari batu bulat yang banyak ditemui di wilayah Puh Sarang. Untuk dapat melewati pintu gerbang ini, pengunjung harus melewati anak tangga dalam jumlah yang lumayan banyak. Setelah melewati anak tangga, maka pengunjung akan melihat bangunan yang menyerupai Gapura Candi Bentar. Gapura yang berfungsi sebagai menara ini memiliki lonceng serta patung ayam jago di puncaknya.


Menara Santo Henricus
Sumber Foto: http://eastjava.com

Di gereja ini tidak hanya bentuk fisik bangunan yang mengandung nilai-nilai filosofis budaya Jawa. Dalam perlengkapan dan tata cara ibadah pun banyak terdapat banyak inkulturasi dengan budaya lokal. Semenjak akhir tahun 1998, di tempat ini diadakan misa pada malam Jumat Legi (kalender Jawa) pada pukul 00.00. Menurut keyakinan orang-orang yang masih menganut paham Kejawen di Jawa Timur, malam Jumat Legi merupakan hari yang baik, hari yang diberkati Tuhan. Maka pada hari itu banyak orang yang mengadakan tirakatan atau berdoa pada malam hari untuk memohon sesuatu kepada Yang Maha Kuasa. Misa malam Jumat Legi ini biasa diiringi dengan gamelan dan tembang Jawa.

C. Lokasi

Gereja Puh Sarang terletak di Desa Puh Sarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Indonesia.

D. Akses

Akses menuju Gereja Puh Sarang terbilang mudah karena jalan yang ada sudah cukup baik. Gereja Puh Sarang terletak kurang lebih 20 km arah barat Kota Kediri dan dapat dicapai menggunakan kendaraan pribadi maupun bus. Perjalanan dari Kediri ke Puh Sarang akan memakan waktu sekitar 30 menit.

E. Harga Tiket

Wisatawan yang ingin mengunjungi tempat ini untuk berziarah ataupun hanya sekedar melihat-lihat saja tidak dipungut biaya sepeserpun. Namun, bagi wisatawan yang membawa kendaraan akan dikenai biaya parkir saat memasuki kawasan Puh Sarang. Tarif parkir untuk mobil Rp 1.000,00, untuk bus Rp 5.000,00, sedangkan untuk sepeda motor hanya Rp 500,00.

F. Alomodasi dan Fasilitas Lainnya

Sebagai tempat ibadah sekaligus tempat wisata religius, Gereja Puh Sarang telah melengkapi dirinya dengan berbagai fasilitas. Selain fasilitas standar seperti tempat parkir, toilet, pos keamanan, dan pos kesehatan, ada berbagai fasilitas khusus yang dibangun di tempat ini. Fasilitas tersebut antara lain:

Gua Maria Lourdes

Gua ini merupakan replika Gua Maria Lordes yang ada di Prancis. Di Gua Maria ini terdapat patung Maria setinggi 3,5 m. Selain Gua Maria Lourdes, di kawasan ini juga terdapat Gua Maria Kecil.


Gua Maria Lourdes Puh Sarang
Sumber Foto: http://rionih.wordpress.com

Gedung Serba Guna Emaus

Gedung ini dibangun pada tanggal 17 Oktober 1997 dan digunakan sebagai tempat ibadah umat di Puh Sarang.

Taman Hidangan Kana

Taman Hidangan Kana merupakan tempat pedagang kaki lima menjual makanan dan minuman serta suvenir. Di tempat ini terdapat sekitar 50 kios. Selain itu, terdapat juga Sekolah Dasar Katolik di sekeliling Taman Hidangan Kana.

Bumi Perkemahan Bukit Tabor

Bumi Perkemahan ini biasa digunakan untuk kemah muda-mudi, mahasiswa, dan juga pelajar. Di Bumi Perkemahan Bukit Tabor terdapat fasilitas kamar mandi dan sebuah pendopo terbuka. Bagi Anda yang ingin mengunakan tempat ini, Anda dapat minta izin kepada pihak pengelola.

Pondok Rosario Nazaret

Dengan bangunannya yang berbentuk joglo terbuka, Pondok Nazaret biasa digunakan untuk misa para peziarah dengan jumlah peserta kurang dari seratus orang.

Jalan Salib Bukit Golgota

Jalan Salib Bukit Golgota biasa digunakan untuk prosesi jalan salib menjelang hari raya Paskah. Berbeda dengan jalan salib yang ada di gereja katolik lainnya, jalan salib di Puh Sarang dibuat berdasarkan jalan salib yang ada di Lourdes dengan patung-patung sebesar manusia. Jumlah patung yang ada di kompleks Jalan Salib Bukit Golgota sekitar 100 patung.


Salah Satu Rute Pemberhentian Jalan Salib Bukit Golgota
Sumber Foto: http://www.bloggaul.com

Wisma Betlehem

Wisma Betlehem adalah penginapan sederhana untuk para peziarah yang datang secara berombongan. Satu kamar biasa diisi sepuluh hingga duabelas orang. Selain itu, di Wisma Betlehem ini peserta pria dan wanita akan dipisah. Jika Anda datang sendiri atau bersama keluarga, Anda dapat menginap di hotel yang ada di Kota Kediri atau home-stay di rumah umat yang ada di sekitar Puh Sarang.

Wisma Hening Santa Chatarina

Tempat ini digunakan sebagai tempat retreat dan tempat berdoa bersama. Selain itu, Wisma Hening Santa Chatarina juga sering digunakan sebagai tempat menginap oleh peziarah dari luar kota.

Mausoleum Pieta

Mausoleum Pieta merupakan makam khusus untuk para Romo yang tinggal dan bekerja di keuskupan Surabaya. Di makam ini jenazah para Romo tidak dimakamkan di dalam tanah, melainkan dimasukkan ke dalam makam susun.

Columbarium

Columbarian merupakan tempat penitipan abu jenazah bagi umat Katolik.

Elisabeth Murni (wm/27/12-09)

__________

Daftar Bacaan:

 


Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro, silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Sisingamangaraja No. 27 Yogyakarta.
Telp. +62 274 8373005. Fax. +62 274 379250
Email : maharatu@maharatu.com -maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com


Share
Facebook
Dibaca 4.671 kali
Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.
Komentar - komentar

Belum ada komentar
Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.wisatamelayu.com/
Komentar - komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
    your browser doesn't support image
Masukkan text diatas
*
   
* = Harus diisi
Fasilitas
  • Hotel
  • Bank
  • ATM dan Penukaran Uang
  • Pusat Informasi Wisata
  • Restoran dan Cafe
  • Biro Perjalanan
  • Souvenir / Cindera Hati
  • Imigrasi
  • Konsulat
  • Terminal Bus
  • Stasiun Kereta Api
  • Pelabuhan Laut / Dermaga
  • Pelabuhan Udara / Bandara
  • Maskapai Penerbangan
  • Kantor Pos
  • Telekomunikasi
  • Rumah Sakit
  • Fotografi & Studio
  • Catering
  • Fasilitas Lainnya
Ads