Pengunjung Online : 996
Hari ini :8.543
Kemarin :7.872
Minggu kemarin:94.229
Bulan kemarin:318.741

Anda pengunjung ke 48.413.041
Sejak 01 Muharam 1429
( 10 Januari 2008 )

Pengunjung baru?
   |   

Ads_C1
Arbia', 01 Syawal 1435 (Selasa, 29 Juli 2014)
Custom Search
Masjid An-Nawier di Pekojan
Kota Jakarta Barat - DKI Jakarta - Indonesia
Masjid An-Nawier di Pekojan
Bagian Depan Masjid An-Nawier di Pekojan
Rating : Rating 3 3 (6 pemilih)

A. Selayang Pandang

Masjid An-Nawier merupakan salah satu bangunan bersejarah peninggalan Kota Batavia di Kampung Pekojan, Jakarta Barat. Masjid tua ini dibangun pada tahun 1749 M atau 1180 Hijriah oleh seorang keturunan Arab yang bernama Syarifah Fatimah binti Husein Al Idrus. Luas bangunannya sekitar 1.983 meter persegi dan dapat menampung setidaknya 2.000 jamaah. Hingga saat ini, Masjid An-Nawier merupakan masjid terbesar di daerah Jakarta Barat. Karena terkenal paling besar dan tua di daerah Pekojan, maka masjid ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Pekojan.

Dalam sejarahnya, Pekojan merupakan perkampungan yang dihuni oleh hampir 90 persen pedagang dari Arab. Pada zaman dahulu, Batavia memang terkenal sebagai kota pelabuhan yang banyak dikunjungi oleh pedagang-pedagang asing, seperti Arab, India, dan Cina. Para pedagang asing yang umumnya beragama Islam tersebut datang ke kota ini pada abad ke-17 atau sekitar tahun 1623 M. Mereka biasanya tinggal di sebuah kampung khusus, seperti kampung Arab, kampung India, dan lain-lain. Walaupun Kampung Pekojan sendiri terkenal sebagai perkampungan Arab dari Hadramaut, namun jauh sebelum itu, sebenarnya daerah ini telah dihuni oleh para pedagang dari Bengali, India. Kata pekojan berasal dari khoja atau kaja yang menunjuk sebuah daerah di India yang penduduknya kebanyakan bermata pencaharian pedagang. Selain itu, ada versi lain yang mengatakan bahwa kata khoja berarti kain tenun yang sering dipakai sebagai ikat kepala oleh orang Banten yang tinggal di daerah tersebut. Masjid Pekojan merupakan salah satu saksi sejarah keberadaan orang-orang Arab yang tinggal di daerah Pekojan. Masjid ini juga menjadi basis gerakan Islam di Batavia dan daerah lain di sekitarnya. Gerakan perlawanan terhadap penjajah dan penyatuan antara pribumi dan Arab, konon, juga bertempat di masjid ini.

Pada awal pembangunannya, Masjid Pekojan hanya mempunyai luas bangunan sekitar 500 meter persegi dengan bahan utamanya kayu. Namun, lambat laun bangunan masjid kemudian mengalami perombakan dan perluasan. Tepat pada tahun 1850 M masjid ini dirombak oleh seseorang bernama Dahlan. Tidak ada yang mengetahui secara persis asal-usul dan riwayat kehidupan Dahlan. Sebagian cerita mengisahkan ia berasal dari Banten. Namun, ada juga yang mengatakan ia adalah pangeran Mataram yang datang ke Kota Batavia. Yang jelas, Dahlan merupakan orang pertama yang berinisiatif merombak masjid dan memperluas bangunannya.

Perombakan terakhir masjid ini dilaksanakan pada tahun 2002 oleh tujuh pengurus masjid pada saat itu, antara lain Sayyid Abdullah, Sayyid Aloei, Sayyid Hassim, Sayyid Muhammad, Syekh Abdurrahman, Haji Abdul Mu‘thi, dan Haji Mohammad Tosim. Para pengurus masjid ini merenovasi dan memperluas lagi bangunan masjid dengan bantuan seorang arsitek dari Perancis. Renovasi ini tetap mempertahankan tiang, pilar penyangga, dan menara asli yang lama.

B. Keistimewaan

Masjid An-Nawier mempunyai arsitektur yang indah dan khas. Kekhasan bangunannya terlihat jelas dari corak arsitektur yang merupakan perpaduan gaya Timur Tengah, Cina, Eropa, dan Jawa. Tidak terdapatnya kubah pada masjid merupakan bentuk pengaruh arsitektur masjid di Timur Tengah, tepatnya Hadramaut (Yaman Selatan). Wisatawan yang berkunjung ke masjid ini dapat menyaksikan ornamen khas Cina yang menempel di pintu-pintu masjid dan bentuk konstruksi daun jendela yang beraksen Jawa. Sementara itu di bagian lain, corak arsitektur Eropa terlihat jelas pada tiang penyangganya yang langsung dapat dilihat pengunjung ketika memasuki ruang utama masjid. Dalam ruang utama yang berbentuk huruf L tersebut berdiri kokoh 33 pilar besar berbentuk silinder bercat putih bergaya khas Eropa. Jumlah pilar tersebut melambangkan jumlah dzikir yang biasa dibaca umat Islam setelah selesai shalat.

Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan dua buah mimbar tempat berkhotbah yang terdapat di ruang utama. Salah satu mimbarnya merupakan hadiah dari Sultan Pontianak pada abad 18 M. Hadiah lainnya adalah sebuah ruangan kecil yang terbuat dari kayu berbentuk kubus berukuran 1,6 x 1,6 meter untuk tempat penceramah memakai jubahnya. Di dinding-dinding yang berdekatan dengan mimbar terdapat tulisan Arab yang mempunyai arti: “Inilah mimbar tempat menyampaikan penerangan-penerangan agama dan nasihat yang benar”.

Masjid ini juga mempunyai menara yang mirip mercusuar dengan tinggi 17 meter yang masih berdiri kokoh di bagian luar masjid. Konon, pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, menara ini sering dijadikan tempat bersembunyi para pejuang dari kejaran tentara penjajah.

Secara umum, hampir semua bagian bangunan masjid ini mempunyai jumlah sesuai dengan perhitungan-perhitungan dalam peribadatan umat Islam. Misalnya, tiang di ruang serambi masjid ini berjumlah 17 yang melambangkan jumlah rekaat dalam shalat. Lima pintu dari arah barat ke timur melambangkan rukun Islam, sedangkan enam jendela pada bagian selatannya melambangkan rukun Iman. Secara keseluruhan, masjid ini ditopang oleh 99 pilar yang melambangkan jumlah asmaul husna (nama-nama baik) yang dipunyai Allah SWT.

Selain dapat menikmati kekhasan arsitekturnya, wisatawan yang berkunjung ke masjid ini juga dapat berziarah ke makam orang-orang yang berjasa atas pendirian dan pengembangan masjid, antara lain makam Dahlan dan makam Syarifah Fatimah binti Husein Al Idrus yang sering mendapat julukan jide (nenek kecil).

C. Lokasi

Masjid An-Nawier berada di Jalan Pekojan nomor 79, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Propinsi DKI Jakarta, Indonesia.

D. Akses

Untuk menuju lokasi Masjid An-Nawier tidak terlalu sulit, karena di sebelah timur masjid terdapat Stasiun Kereta Api Kota. Dari Stasiun Kereta Api Kota, pengunjung disarankan berjalan kaki menuju lokasi, karena masjid ini terletak di perkampungan padat penduduk. Selain itu, pengunjung dapat menyewa sepeda kumbang yang berada di depan Stasiun Kota menuju kawasan Kampung Pekojan.

Alternatif lainnya, pengunjung juga dapat berangkat dari Terminal Grogol atau Terminal Kota menuju Jalan Pengukiran yang tidak terlalu jauh dari masjid. Selain itu, pengunjung juga dapat berangkat menggunakan bus Transjakarta dari terminal Blok M menuju halte Stasiun Kota.

E. Harga tiket

Wisatawan yang berkunjung ke masjid ini tidak dikenai biaya masuk.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Pengurus Masjid An-Nawier merencanakan akan membangun poliklinik di samping masjid.

(Irfan Afifi/wm/23/06-08)
__________

Sumber Foto: www.eljohn.net



Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro, silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Sisingamangaraja No. 27 Yogyakarta.
Telp. +62 274 8373005. Fax. +62 274 379250
Email : maharatu@maharatu.com -maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com


Share
Facebook
Dibaca 6.602 kali
Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.
Komentar - komentar

rohimin   22/10/08 02:10
jl.tanjung pura 24 kalideres

saya senang membaca info-info yg disajikan oleh wisata melayu. o iya, bolehkah minta info masjid di jakarta barat yg membutuhkan imam sholat? sy ada temen hafidh (hafal Alqur’an) juga QORI’ pernah juara 1 tingkat JATIM, pngin dapat tempat tinggal sekitar masjid sekalian jadi imam sholat di situ, mhn menghubungi 081 555 28 012, maksh banyk wisata melayu, smg terus sukses!
Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.wisatamelayu.com/
Komentar - komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
    your browser doesn't support image
Masukkan text diatas
*
   
* = Harus diisi
Fasilitas
  • Hotel
  • Bank
  • ATM dan Penukaran Uang
  • Pusat Informasi Wisata
  • Restoran dan Cafe
  • Biro Perjalanan
  • Souvenir / Cindera Hati
  • Imigrasi
  • Konsulat
  • Terminal Bus
  • Stasiun Kereta Api
  • Pelabuhan Laut / Dermaga
  • Pelabuhan Udara / Bandara
  • Maskapai Penerbangan
  • Kantor Pos
  • Telekomunikasi
  • Rumah Sakit
  • Fotografi & Studio
  • Catering
  • Fasilitas Lainnya
Ads