Pengunjung Online : 850
Hari ini :7.915
Kemarin :13.081
Minggu kemarin:111.714
Bulan kemarin:318.741

Anda pengunjung ke 48.428.774
Sejak 01 Muharam 1429
( 10 Januari 2008 )

Pengunjung baru?
   |   

Ads_C1
Sabtu, 04 Syawal 1435 (Jumat, 1 Agustus 2014)
Custom Search
Upacara Adat Rambu Solo
Kabupaten Tana Toraja - Sulawesi Selatan - Indonesia
Upacara Adat Rambu Solo
Upacara Adat Rambu Solo
Rating : Rating 3 3 (59 pemilih)

A. Selayang Pandang

Rambu Solo adalah upacara adat kematian masyarakat Tana Toraja yang bertujuan untuk menghormati dan mengantarkan arwah orang yang meninggal dunia menuju alam  roh, yaitu kembali kepada keabadian bersama para leluhur mereka di sebuah  tempat peristirahatan, disebut dengan Puya, yang terletak di bagian  selatan tempat tinggal manusia. Upacara ini sering juga disebut upacara  penyempurnaan kematian. Dikatakan demikian, karena orang yang meninggal baru dianggap benar-benar meninggal setelah seluruh prosesi upacara ini digenapi. Jika belum, maka orang yang meninggal tersebut hanya dianggap sebagai orang  “sakit” atau “lemah”, sehingga ia tetap diperlakukan seperti halnya orang  hidup, yaitu dibaringkan di tempat tidur dan diberi hidangan makanan dan  minuman, bahkan selalu diajak berbicara.

Oleh karena itu, masyarakat setempat menganggap upacara  ini sangat penting, karena kesempurnaan upacara ini akan menentukan posisi  arwah orang yang meninggal tersebut, apakah sebagai arwah gentayangan (bombo), arwah yang mencapai tingkat dewa (to-membali puang), atau menjadi dewa  pelindung (deata). Dalam konteks ini, upacara Rambu Solo menjadi  sebuah “kewajiban”, sehingga dengan cara apapun masyarakat Tana Toraja akan  mengadakannnya sebagai bentuk pengabdian kepada orang tua mereka yang meninggal  dunia.

Kemeriahan upacara Rambu Solo ditentukan  oleh status sosial keluarga yang meninggal, diukur dari jumlah hewan yang  dikorbankan. Semakin banyak kerbau disembelih, semakin tinggi status sosialnya.  Biasanya, untuk keluarga bangsawan, jumlah kerbau yang disembelih berkisar antara  24-100 ekor, sedangkan warga golongan menengah berkisar 8 ekor kerbau ditambah  50 ekor babi. Dulu, upacara ini hanya mampu dilaksanakan oleh keluarga bangsawan. Namun seiring dengan perkembangan ekonomi, strata sosial tidak lagi  berdasarkan pada keturunan atau kedudukan, melainkan berdasarkan tingkat  pendidikan dan kemampanan ekonomi. Saat ini, sudah banyak masyarakat Toraja  dari strata sosial rakyat biasa menjadi hartawan, sehingga mampu menggelar  upacara ini.

B. Keistimewaan

Puncak dari upacara Rambu Solo disebut  dengan upacara Rante yang dilaksanakan di sebuah “lapangan khusus”.  Dalam upacara Rante ini terdapat beberapa rangkaian ritual yang selalu  menarik perhatian para pengunjung, seperti proses pembungkusan jenazah (ma‘tudan,  mebalun), pembubuhan ornamen dari benang emas dan perak pada peti jenazah (ma‘roto), penurunan jenazah ke lumbung untuk disemayamkan (ma‘popengkalo alang), dan proses pengusungan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir (ma‘palao).

Selain itu, juga terdapat berbagai atrakasi  budaya yang dipertontonkan, di antaranya: adu kerbau (mappasilaga tedong), kerbau-kerbau yang akan dikorbankan diadu terlebih dahulu sebelum disembelih; dan  adu kaki (sisemba). Dalam upacara tersebut juga dipentaskan beberapa  musik, seperti pa‘pompan, pa‘dali-dali dan unnosong; serta  beberapa tarian, seperti pa‘badong, pa‘dondi, pa‘randing, pa‘katia, pa‘papanggan,  passailo dan pa‘pasilaga tedong.

Menariknya lagi, kerbau disembelih dengan cara  yang sangat unik dan merupakan ciri khas mayarakat Tana Toraja, yaitu menebas  leher kerbau hanya dengan sekali tebasan. Jenis kerbau yang disembelih pun bukan kerbau biasa, tetapi kerbau bule (tedong bonga) yang harganya berkisar antara 10–50 juta perekor. Selain itu, juga terdapat pemandangan yang sangat menakjubkan, yaitu ketika iring-iringan para pelayat yang sedang mengantarkan jenazah menuju Puya, dari kejauhan tampak kain merah panjang bagaikan selendang raksasa membentang di antara pelayat tersebut.

C. Lokasi

Kampung Bonoran, Desa Ke‘te‘ Kesu‘, Kecamatan  Kesu‘, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan,   Indonesia.

D. Akses

Tana Toraja terletak sekitar 350 km di sebelah  utara Kota Makassar. Perjalanan dari Kota Makassar ke Tana Toraja dapat  ditempuh dengan menggunakan jalur darat dan udara. Jalur darat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum selama kurang labih 8 jam, sedangkan  jalur udara ditempuh dengan penerbangan perintis selama 2 jam. Sesampainya di Tana  Toraja, pengunjung langsung menuju ke kota Kecamatan Rantepao. Dari kota  ini menuju Kampung Bonoran, perjalanan ditempuh dalam waktu 30 menit dengan  jarak sekitar 4 km dengan menggunakan kendaraan umum.

E. Harga Tiket Masuk

Tarif tiket masuk ke lokasi  Rp. 5.000,00 untuk wisatawan lokal, dan Rp. 10.000,00 untuk wisatawan asing. (Bulan Februari 2008)

F. Akomodasi dan Fasilitas

Di lokasi wisata, tersedia berbagai macam souvenir  khas Tana Toraja, seperti gantungan kunci, kalung, dan miniatur rumah adat Tana  Toraja (tengkonan).

(Samsuni/wm/23/02-08)


Share
Facebook
Dibaca 32.680 kali
Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.
Komentar - komentar

nita lestari   21/07/08 06:57

menarik banget saya lagi mempelajari hal2 kayak gini dah lama banget kepengan tahu. oh iya krimin saya data yang lebih banyak dong lagi neliti hal kayak gini sebagai referensi belajar sosiologi nih.
_____________________
Terma kasih atas atensinya. Untuk paparan data yang lebih luas, Anda dapat mengunjungi www. melayuonline.com, terutama pada menu Budaya (Admin WisataMelayu.com).
yorna avianti   09/09/08 04:39
jl.gelatik

menarik banget, aku langsung ngikutin kegiatan rambu solo waktu pemakaman nenek ku... benar2 seru deh, aku jadi pengen ke sulawesi lagi...
aren   11/09/08 04:05
jatinangor, bandung

sy sangat ssetuju dengan adanya budaya tana toraja yang dipasang di internet. smoga pariwisata tana toraja semakin maju...
alfred   21/12/08 07:49
jatinangor

bisa minta penjelasan tentang rambu solo’ yang telah mendapat pengaruh dari ajaran Gereja Toraja, serta pandangan gereja toraja mengenai rambu solo’. thanks
batozzai   10/01/09 03:03
Yogyakarta

oh mengagumkan... begitu mengagumkan...
Emily   12/04/09 08:44
Dukuh Kupang Surabaya

Aku setuju juga kalo Wisata Toraja dimasukin di internet. supaya mereka tahu kalo kita punya wisata yg bagus yg tdk dipnyai org or adat lain!
Y.Bandaso;   05/06/09 05:47
Pontianak

Hebat sih hebat tapi yang ditinggalin utang numpuk, klo dari segi wisatawan mancanegara ok pada datang otomatis nambah Devisa, tapi bagi keluarga bukan nambah pendapatan tapi utang pada numpuk. hehe...
wedeye   16/06/09 01:52
Surabaya

Info terakhir ada upacara rambu solo di desa nonongan toraja 29 june - 1 july.
Natalia   22/06/09 09:49
Batam

aku sangat bangga menjadi org toraja karena memiliki adat yg sangat khas, hanya saja aku sedih karena org tuaku terlalu berlebihan, sehingga kadang lupa dng batas kemampuan dia, dan aku liat itu juga terjadi pd keluarga lain...
jerri jeje   25/10/09 01:29
jl.Air Terjun samarinda KALTIM

salam kenal sebagai pemuda asli Toraja aq bangga banget dech, karena profil wisata kami bisa ada untuk d’baca bagi semua kalangan baik yg ada d’dalam negeri n d’luar negeri....

pokoknya top dech,,, ^_^
dinda   03/05/10 04:52
masamba, sulsel

tempat wisata yg harus dikunjungi.... so fresh.
Van Hallen   10/05/10 03:37
Toraja

Ya emang hebat adat orang Toraja tapi tidak logis, masak hanya untuk menguburkan orang mati menghabiskan duit milyaran rupiah, belum tentu itu uang cash, malah demi gengsi rela utang 7 turunan padahal modal dengkul. Lagian acara itu tidak menjamin orang masuk surga. So...
yusa pakasi   18/06/10 06:02
ambon

marilah kt menghargai keragaman budaya bangsa kt,janganlah kita memberi komentar yang menyinggung perasaan karena blm tentu kt benar dari pada mereka yang melaksanakan upacara budaya spt ini,so enjoy aja,namanya adat,so kembangkan terus budaya spt ini jgn sampai tingal cerita.bravo Toraja
Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.wisatamelayu.com/
Komentar - komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
    your browser doesn't support image
Masukkan text diatas
*
   
* = Harus diisi
Fasilitas
  • Hotel
  • Bank
  • ATM dan Penukaran Uang
  • Pusat Informasi Wisata
  • Restoran dan Cafe
  • Biro Perjalanan
  • Souvenir / Cindera Hati
  • Imigrasi
  • Konsulat
  • Terminal Bus
  • Stasiun Kereta Api
  • Pelabuhan Laut / Dermaga
  • Pelabuhan Udara / Bandara
  • Maskapai Penerbangan
  • Kantor Pos
  • Telekomunikasi
  • Rumah Sakit
  • Fotografi & Studio
  • Catering
  • Fasilitas Lainnya
Ads