Pengunjung Online : 1.694
Hari ini :12.337
Kemarin :22.214
Minggu kemarin:100.710
Bulan kemarin:364.865

Anda pengunjung ke 47.999.703
Sejak 01 Muharam 1429
( 10 Januari 2008 )

Pengunjung baru?
   |   

Ads_C1
Khamis, 15 Jumadil Akhir 1435 (Rabu, 16 April 2014)
Custom Search
Gunung Inerie
Kabupaten Ngada - Nusa Tenggara Timur - Indonesia
Gunung Inerie
Gunung Inerie di Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada, Pulau Flores
Rating : Rating 1.5 1.5 (15 pemilih)

A. Selayang Pandang

Gunung  Inerie memiliki ketinggian 2.245 meter di atas permukaan laut. Bagian gunung yang  berhutan lebat hanya terdapat di sebelah barat lereng gunung. Sedangkan hutan  di lereng bagian selatan telah dikonversi menjadi daerah perkebunan. Sebagian  besar hutan yang terdapat di dalam kawasan ini terletak pada ketinggian  1.000-1.500 meter dari permukaan laut.

Gunung  Inerie pernah meletus pada tahun 1882 dan 1970. Gunung ini ramai didaki ketika  musim kemarau, yakni antara bulan Juni hingga Agustus.

B. Keistimewaan

Dari atas puncak Gunung,  para pendaki bisa dengan leluasa melihat pemandangan yang indah ke segala arah.  Pemandangan Kota Bajawa di sebelah barat laut, dengan kabut tipis di atasnya, tampak  seperti kota-kota kecil dan tua di Eropa. Sedangkan di bagian selatan tampak birunya  laut Sawu, menempel rapat di kaki Gunung Inerie.

Di sisi selatan  puncak Gunung Inerie terdapat sebuah batu besar yang diyakini sebagai penjelmaan dari sosok Jaramasi beserta kuda tunggangannya. Menurut legenda, Jaramasi adalah seorang satria penjaga Gunung  Inerie. Kata, ”jara” berarti kuda dan ”Masi” adalah nama orang (laki-laki). Artinya  ”kuda milik Masi”, yang merupakan seorang pahlawan di wilayah perkampungan kaki  Gunung Inerie.

C. Lokasi

Gunung  Inerie terletak di Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.  

D. Akses

Dari  Kupang, ibukota Propinsi NTT, wisatawan dapat naik pesawat menuju Ende, sebuah kota di Pulau Flores. Setiba  di sana,  perjalanan dilanjutkan menuju Kota Bajawa yang berjarak sekitar 61 kilometer. Kemudian wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan angkutan sewaan menuju desa  wisata, Bena, yang terletak 15 km sebelah selatan Bajawa. Inilah desa terakhir  sebelum menuju puncak Gunung Inerie.

E. Tiket Masuk

Setiap pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk.

F. Akomodasi

Di desa  wisata Bena yang menjadi pintu gerbang menuju ke arah puncak Gunung Inerie, terdapat tempat penginapan seperti losmen dan warung makan.

(Hatib Abdul Kadir/06/02-08)
__________

Sumber Foto: www.flickr.com


Share
Facebook
Dibaca 10.108 kali
Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.
Komentar - komentar

carlin   04/04/08 08:10

pariwisata kabupaten ngada menyimpan sejuta potensi dan attraksi yang menunggu untuk segera diekspose serta dikembangkan, salah satunya panorama alam Gunung Inerie yang beberapa lama ini telah menjadi Objek daya tarik wisata para wisatawan mancanagara maupun domestik dalam melakukan aktivitas climbing maupun tracking yang cukup menarik. jujur bagi saya sangat menarik menggali serta menikmati sejuta panorama keindahan pariwisata lainnya di kabupaten ngada selain inerie, ada juga air panas mengeruda, wisata budaya Kampung Bena, ekowisata Air terjun Jerebuu, semuanya sangat menyajikan suguhan yang benar-benar nature,,aapalgi untuk segelintir orang yang benar-benar ingin menyatu dengan panorama keindahan alam ngada, melepaskan diri dari kompleksnya aktivitas urban yang dijalani, tentunya akan sangat attraktif dan merasa homy untuk berada di dalamnya.. namun dibalik semua potensi yang dimiliki tersebut terdapat hal mendasar yang cukup kontradiksi. mengapa competitive advantage tersebut tidak mampu menjadi faktor pendukung daya saing Kabupaten ngada terhadap kabupaten lainnya yang tersebar dalam Pulau Flores???ALAM,CULTURE,ATAU ORANGNYA KAH YANG SALAH SEHINGGA NGADA TIDAK MAMPU SEDIKIT LEBIH MAJU DARI WILAYAH LAINNYA
brey   24/07/08 12:09

Ngada menyimpan sejuta panorama dan keindahan alam. ada banyak objek wisata yang membuat orang2 Ngada begitu bangga. saya sendiri berasal dari kaki gunung Inerie. Menarik bagi saya, Inerie bukan hanya sebuah gunung saja, tetapi juga lambang kegagahan Ngada, Jaramasi. Namun, mengapa lambang itu tidak menjadikan Ngada yg sungguh nyata gagah? Mengapa Ngada tidak menjadi gagah(=berbeda,lebih baik dari kabupaten lain)? Catatan untuk semua orang Ngada bahwa Tuhan menugaskan kita untuk mengolah kekayaan yg kita miliki, kapan dan di mana pun. dan tentu kita harus berusaha tahu apa yg hrs kita buat....
Donald   26/07/08 03:23

Ngada memang memiliki berjuta potensi wisata. Salah satu yang paling menarik adalah Pesta Adat Reba, atau perayaan tahun baru adat yang selalu dirayakan di pertengahan Januari hingga Februari setiap tahunnya. Pada pesta itu, semua orang, entah keluarga atau bukan, entah kenalan atau orang asing, semua orang diajak untuk duduk bersama di dalam rumah adat dan menikmati hidangan dan moke (sejenis minuman keras tradisional Bajawa) yang disediakan. Acara akan diadakan tiga hari berturut-turut diisi dengan acara makan bersama dan tarian lengkap dengan segala atribut adat masyarakatnya. Selain perayaan adat, masyarakat Bajawa juga memiliki keunikan struktur sosial, yakni mereka menganut sistem matrilineal. Sistem seperti ini, katanya, hanya dianut oleh dua kelompok masyarakat adat di Indonesia yakni Masyarakat Minangkabau dan masyarakat Bajawa. Struktur sosial adat di wilayah ini menyimpan potensi besar untuk diteliti lebih jauh oleh mereka yang tertarik dalam bidang ini.

Sayangnya, Bajawa termasuk kota yang sangat dingin, suhu harian bisa turun hingga 15 derajat celcius dalam bulan tertentu, tetapi fasilitas yang ada di kota ini termasuk minim. Ibu kota Bajawa bahkan salah satu kota terkecil di Pulau Flores, dengan berjalan kaki, kita bisa mengelilingi satu kota dalam sehari. Tambahan pula, daerah wisata yang ada di tempat ini masih belum dikelola secara baik oleh Pemda setempat.

Namun di atas semua itu, keramahtamahan orang Bajawa dalam menyambut tamu sungguh mengagumkan. Beberapa pusat budaya peninggalan misionaris Katolik Eropa sejak awal tahun 1900-an masih berdiri kokoh di wilayah ini. Bajawa juga menjadi salah satu pusat studi remaja Katolik sebab di tempat ini terdapat Seminari Menengah Mataloko dengan bangunan tua yang unik. Sebagai salah satu wilayah yang didominasi oleh warga yang memeluk agama Katolik, Bajawa termasuk kota yang sangat menghargai keragaman beragama, dan terbuka menerima siapa saja yang dengan santun datang berkunjung ke tempat ini.
novi   18/09/08 02:56

ngada mempunyai pesona alam yang sangat mengagumkan dan berjuta tempat wisata yang cukup indah. pada saat saya menginjakkan kaki pertama kali di ngada hanya kedamaian yang saya rasakan, udara yang cukup dingin membuat saya harus beradaptasi namun di samping itu saya dapat merasakan sesuatu yang berbeda dari tempat-tempat yang saya kunjungi selama ini.
orang-orang yang ramah pada saat menyambut tamu, makanan yang lezat dari semua bahan sayur-mayur yang segar membuat saya tidak pernah melupakan pengalaman saya pada saat berkunjung ke bajawa. hanya saja sayangnya pemerintah daerah kurang mengembangkan potensi yang dimiliki oleh daerah ngada. saya sangat yakin sekali apabila dikembangkan pasti daerah ngada dapat menjadi tujuan pertama turis asing pada saat berwisata ke Indonesia.
liyan   12/11/08 01:35
bandung

menurut pengamatan saya ke beberapa daerah yang ada di indonesia, ngada memiliki kesamaan wilayah, cuaca, iklim serta pariwisatanya dengan daerah kota beras tagi sumatera utara. tetapi mengapa daerah beras tagi lebih maju padahal mata pencaharian penduduknya adalah bertani? siapa yg harus bertanggung jawab di sini? masyarakatkah atau Pemkab? mohon kpd yg berwnang untuk membangun ngada. coba sekali lagi melangkah ke tempat lain, dan lakukanlah studi banding dengan daerah tersebut. jangan hanya ke jakarta saja!
carloz   13/01/09 09:38
mataram

memang bajawa TOP BGT :-)
florida   23/01/09 09:46
tanggerang, lippo karawaci

memang ngada sangat menarik, hanya saja ingin lebih diperhatikan agar warisan sejuta pesona yang ada di sana tidak musnah dan tetap layak dikunjungi. tentunya butuh perhatian yang serius dari pemerintah ngada sendiri karena itu adalah salah satu aset daerah ngada.
Natalia Willi   13/05/09 06:19
Jakarta Pusat

Mantaaaappp... Kpn y bisa sampe k sana?
Marianus   31/07/09 05:03
Tanjungpinang - Kepri

Ngada kota yang yang dingin baget...
januarius edmon kuku   25/05/10 07:18
jln.pemuda3.blok a, samarinda

saya senag sekali,dgn kota bajawa karena hawanya dingin, sejuk bikin beta jadi kesana
Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.wisatamelayu.com/
Komentar - komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
    your browser doesn't support image
Masukkan text diatas
*
   
* = Harus diisi
Fasilitas
  • Hotel
  • Bank
  • ATM dan Penukaran Uang
  • Pusat Informasi Wisata
  • Restoran dan Cafe
  • Biro Perjalanan
  • Souvenir / Cindera Hati
  • Imigrasi
  • Konsulat
  • Terminal Bus
  • Stasiun Kereta Api
  • Pelabuhan Laut / Dermaga
  • Pelabuhan Udara / Bandara
  • Maskapai Penerbangan
  • Kantor Pos
  • Telekomunikasi
  • Rumah Sakit
  • Fotografi & Studio
  • Catering
  • Fasilitas Lainnya
Ads