Pengunjung Online : 974
Hari ini :7.378
Kemarin :19.731
Minggu kemarin:120.950
Bulan kemarin:455.925

Anda pengunjung ke 48.876.020
Sejak 01 Muharam 1429
( 10 Januari 2008 )

Pengunjung baru?
   |   

Ads_C1
Khamis, 27 Dzul Hijjah 1435 (Rabu, 22 Oktober 2014)
Custom Search
Beranda > Wisata Istana > Istana Lama Seri Menanti
Istana Lama Seri Menanti
Negeri Sembilan - Malaysia
Istana Lama Seri Menanti
Istana Lama Seri Menanti
Rating : Rating 3.2 3.2 (55 pemilih)

A. Selayang Pandang

Dari luar pagar besi yang mengelilingi area Seri Menanti, bangunan istana berarsitektur khas Minangkabau terlihat anggun berdiri, keanggunan yang terpancar dari cita rasa seni yang begitu tinggi. Istana yang kini berfungsi sebagai museum itu menyimpan sejuta kisah pengorbanan para sultan dan rakyat dengan tetesan darah dan keringat mempertahankan martabat bangsa dari dominasi penjajah.

Istana Lama Seri Menanti, demikian nama cantik istana itu. Seri Menanti sendiri adalah nama daerah di tengah Bukit Tempurung di mana Istana Lama Seri Menanti berada. Nama “seri menanti” berasal dari sebuah kisah kedatangan orang-orang Minang dari daerah Payakumbuh ke Negeri Sembilan yang dipimpin oleh Datuk Putih. Konon, Datuk Putih memiliki ilmu kanuragan tingkat tinggi. Suatu ketika, ia mendapati jejak seekor naga yang diyakini akan memberikan keberuntungan. Ia mengikuti dan menelusuri jejak naga itu. Beberapa saat kemudian ia menemukan tiga pohon padi dengan posisi seperti orang duduk menanti datangnya sesuatu. Maka kemudian Datuk Putih menamakan daerah itu “Padi Menanti”. Akan tetapi, pemimpin rombongan setelahnya mengganti nama “padi” dengan “seri” sesuai dengan nama istrinya. Maka nama daerah itu berubah menjadi “Seri Menanti”.            

Sejarah pendirian Istana Lama Seri Menanti tidak lepas dari pasang-surut hubungan antara Kerajaan Negeri Sembilan dengan penjajah Inggris. Pada tahun 1875, dalam sebuah peperangan yang dikenal dengan Perang Sungai Ujong, pasukan Inggris membakar habis Istana Pulih, istana Negeri Sembilan pertama. Dua puluh tujuh tahun kemudian, tepatnya tahun 1902, Yang Maha Mulia Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan, Tuanku Muhammad Shah ibni Almarhum Tuanku Antah (Sultan ke VII Negeri Sembilan, berkuasa pada 1888--1933), menunjuk dua orang arsitek, Kahar dan Taib, memimpin pembangunan istana baru di atas lahan bekas Istana Pulih.

Pembangunan Istana Lama Seri Menanti memakan waktu enam tahun. Dimulai pada tahun 1902 dan selesai pada 1908. Bak seorang pahlawan bangsa, nama Kahar dan Taib selalu tercatat di berbagai tulisan tentang sejarah perjalanan kerajaan Negeri Sembilan. Betapa tidak, pembangunan istana itu berlangsung di tengah kuatnya dominasi penjajah Inggris, sehingga pendiriannya menjadi simbol eksistensi kerajaan di tengah dominasi kekuasaan pemerintah kolonial. Maka, tatkala pembangunan istana itu selesai, keduanya mendapatkan gelar kehormatan dari sang Sultan sebagai Dato` Panglima Sutan.

Pada tahun 1931, Istana Lama Seri Menanti tidak lagi dijadikan pusat pemerintahan dan kediaman resmi sultan, karena dianggap sudah tidak memadai. Berpuluh-puluh tahun lamanya istana dibiarkan kosong, hanya sesekali dijadikan tempat pelaksanaan upacara mengadap (upacara menghadap sultan yang diadakan tiga tahun sekali di Negeri Sembilan). Pada tahun 1959 sampai 1964, Majlis Agama Islam Negeri Sembilan memanfaatkannya sebagai gedung Sekolah Menengah Agama Tinggi. Baru pada tanggal 14 Juli 1992, bertepatan dengan 14 Muharram 1413 Hijriah, secara resmi Kerajaan (pemerintah) Negeri Sembilan menetapkan Istana Seri Menanti sebagai `Muzium Diraja` atau museum negara. Sejak saat itu, wajah istana berubah. Benda-benda istana diletakkan kembali di tempat semula untuk menjelaskan kepada setiap pengunjung fungsi tiap-tiap ruang yang ada. Pihak kerajaan telah bekerjasama dengan keluarga istana untuk memelihara dan melengkapi koleksi museum ini.

B. Keistimewaan

Suasana sejuk menyelimuti para pengunjung, terutama di kala hari masih pagi. Taman hijau yang terhampar luas dan ribuan pohon lebat menyatu serasi dalam satu area Istana Lama Seri Menanti. Dari kejauhan, keindahan pemandangan alam dan keanggunan istana seolah memanggil siapa saja untuk mendekatinya. Semakin dekat kaki melangkah menuju istana, keelokannya semakin kentara. Dan, setelah berdiri tepat di depannya, sungguh luar biasa. Sentuhan tangan Kahar dan Taib hingga kini masih `menyihir` para pengunjung tuk segera berucap “benar benar indah”.

Berdiri di tengah hamparan pegunungan yang hijau, Istana Lama Seri Menanti tampil dengan gaya arsitektur khas Minangkabau yang memesona. Seluruh bahan bangunannya adalah kayu-kayu pilihan yang diambil dari hutan sekitar. Kayu-kayu itu tersusun apik menggunakan teknik tertentu tanpa satu buah pun paku besi yang melekat.      

Dari luar kita dapat melihat 99 tiang penyangga istana. Jumlah 99 menyimbolkan jumlah pejuang dari berbagai luak (klan) di Negeri Sembilan saat melawan penjajah. Tiang-tiang itu terbuat dari kayu cengal yang terkenal keras, dan diukir dengan motif bunga-bungaan, ayat-ayat al-Quran, dan garis-garis abstrak. Kombinasi warnanya menghasilkan cita rasa seni yang tinggi.

Istana ini memiliki empat tingkat. Tingkat pertama bernama Balai Rong Seri, ruang di mana dahulu sang sultan menjamu tamu-tamunya. Benda-benda peninggalan kerajaan, seperti singgasana, ranjang, meja dan kursi, dan beberapa pusaka tampak tertata rapi seperti sedia kala. Beberapa ruangan dihiasi kain-kain berwarna kuning, warna yang bagi masyarakat Melayu menyimbolkan kewibawaan dan ketinggian budi pekerti. Korden jendela dan pintu, sprei kasur dan sarung bantal, semuanya berwarna kuning.

Sementara itu, ruangan yang menjorok ke depan adalah ruang pertemuan sultan dengan pembesar-pembesar kerajaan. Beberapa boneka manusia berbusana Melayu diletakkan dengan posisi duduk bersila guna menjelaskan kepada pengunjung tata cara dan etika selama berlangsungnya musyawarah.

Tidak seperti pada lantai pertama, benda-benda peninggalan istana di lantai dua tampak tidak lengkap. Hanya ada beberapa ranjang dan kursi, dan foto sultan dan kerabat istana yang menempel pada dinding-dinding di ruang tengah. Untuk mencapai lantai tiga dan empat, para pengunjung harus menaiki tangga yang cukup curam. Perlu berhati-hati saat menaikinya, karena selain curam beberapa anak tangganya tampak mulai rapuh. Lantai tiga adalah ruang keluarga. Di lantai ini, dahulu sang sultan beristirahat, berkumpul, dan bercengkerama bersama keluarganya. Namun kini ruangan yang berukuran kira-kira 5x5 m itu kosong. Seperti halnya lantai tiga, lantai empat yang dinamakan “tingkat gunung” juga kosong. 

Dengan berdiri di balik jendela lantai “tingkat gunung”, pandangan mata bebas mengarah ke segala arah. Hijaunya pegunungan, lebatnya hutan, rumah-rumah penduduk, dan aktivitas masyarakat terlihat jelas dari ruang mungil ini. Tidak ada benteng atau pagar tinggi yang menghalangi pandangan. Suatu kenyataan yang menunjukkan adanya kedekatan dan rasa saling percaya antara pemimpin dan rakyatnya, sehingga mereka membaur jadi satu. Unsur humanitas dalam pembangunan Istana Lama Seri Menanti menyingkap bahwa seorang sultan dapat dilihat, ditemui, bahkan dijamah oleh siapa saja.

C. Lokasi

Istana Lama Seri Menanti berada di Kota Seri Menanti, Negeri Sembilan, Malaysia.

D. Akses

Jika Anda berada di Kuala Lumpur dan hendak melancong ke Negeri Sembilan, dapat menggunakan bis umum dari terminal Pudu Raya, atau menyewa mobil. Jarak antara Kuala Lumpur dengan Kota Seremban, Ibukota Negeri Sembilan, kurang lebih 40 km. Lalu lintas dan kondisi jalan antara kedua kota tersebut sangat baik, sehingga Anda dapat menikmati perjalanan dengan nyaman. Sesampainya di Seremban, perjalanan dilanjutkan menuju Seri Menanti dengan jarak kira-kira 13 km melalui jalan pegunungan yang berkelok-kelok.

E. Harga Tiket

Setiap pengunjung tidak dipungut biaya, cukup mengisi buku tamu dengan menuliskan nama, asal daerah/negara, asal instansi, dan tanda tangan.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Di area Istana Seri Menanti terdapat toko kecil yang menjual cenderamata dan buku-buku sejarah Kerajaan Negeri Sembilan. Tidak ada pedagang asongan yang akan mengejar atau membuntuti kemanapun Anda pergi. Aman dan nyaman. Tempat parkir pun aman, luas, lagi gratis. Bagi yang ingin sholat, tersedia surau di halaman belakang istana.

Informasi selengkapnya seputar Istana Lama Seri Menanti, dapat diperoleh di Lembaga Muzium Negeri Sembilan dengan menghubungi nomer telepon berikut ini: (+606) 763 1149, atau fax (+606) 761 5355.

(Ali Rido/wm/01/09-08)   

__________

Sumber Foto: Koleksi www.wisatamelayu.com

Share
Facebook
Dibaca 21.690 kali
Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.
Komentar - komentar

Jimmy   20/11/08 01:03
Kuala Lumpur, Malaysia.

Jalan menuju Sri Menanti agak berkelok-kelok melintasi pegunungan. Struktur geografi inilah yang mungkin membuatkan orang-orang Minangkabau dari Sumatra Barat bermukim di sini.
noha   29/01/09 09:19
batu pahat,johor

nak tahu lebih lanjut tentang istana lame seri menanti di negeri sembilan... ade yg tahu tak?
khalikul alam   23/03/09 07:47
banda aceh

indah sekali istananya dan begitu anggun penuh kewibawaan dan kesejukan.
hujan   30/03/09 03:01
selayang baru

add cket lg info psal istana lame seri menanti. bru expert blOg niwh... huhuhuhu.
mohd raffuq   25/04/09 05:32
jalan x tau

ape la landskapx menarik? kuno sgt...
syafiq   12/05/09 11:10
johor baru

best melawat seri menanti. merasa bangga terhadap negara!
JACK_R7   29/05/09 07:12
depan pc

ah cerita kau JIMMY...
mcm... :-(
:-(
RazakRao   08/06/09 03:13
Kuala Selangor

Agak terkeliru dengan kenyataan di atas yg struktur binaan istana lama Seri Menanti yg dikatakan penulis binaannya melambangkan kesenian Minangkabau. Setelah melawat ke Sumatera Barat awal tahun ini, jelas yg struktur binaan atap bangunan di sana bergonjong (bertanduk) sedangkan istana lama Seri Menanti tidak begitu. Adakah telah berlaku di sini kesilapan fakta dalam penulisan di ruangan ini? Harap mendapatkan penjelasan lanjut.
____________
Terima kasih atas tanggapan dan kritiknya.

Persamaan arsitektural Istana Seri Menanti dengan arsitektur bangunan Minangkabau di Sumatra Barat tidak terletak pada atapnya. Tetapi, persamaan pada konsep bangunan dan tata ruang (pengaturan bilik).

Fungsi-fungsi ruang (bilik) pada istana seri menanti serupa dengan fungsi-fungsi bilik pada bangunan Minangkabau di Sumatra Barat.

Misalnya sahaja, bilik utama untuk menjamu para tamu kehormatan. Bilik di tingkat kedua untuk pertemuan anggota keluarga. Bilik tingkat atas untuk istirahat sultan. Dan lain-lain.

Secara keseluruhan konsep pembangunannya tidak berbeda dengan konsep bangunan Minangkabau di Sumatra Barat.

Demikian tuan-tuan dan puan-puan... dan Terima kasih.
Mohd Khairul Anwar Idris   10/06/09 07:19
3, jln uSJ 20/1d,47630, subang jaya

Kedatangan bangsa Minangkabau

Sebelum Negeri Sembilan bernama demikian di Melaka sudah berdiri sebuah kerajaan yang terkenal dalam sejarah. Dan pelabuhan Melaka menjadi pintu gerbang untuk menyusup ke daerah pedalaman tanah Semenanjung itu. Maka sebelum berdiri Negeri Sembilan datanglah rombongan demi rombongan dari Minangkabau dan tinggal menetap di sini.

Rombongan Pertama

Mula-mula datanglah sebuah rombongan dengan pimpinan seorang datuk yang bergelar Datuk Raja dengan isterinya Tok Seri. Tetapi kurang jelas dari mana asal mereka di Minangkabau. Mereka dalam perjalanan ke Negeri Sembilan singgah di Siak kemudian meneruskan perjalanan menyeberang Selat Melaka terus ke Johor. Dari Johor mereka pergi ke Naning terus ke Rembau. Dan akhirnya menetap di sebuah tempat yang bernama Londar Naga. Sebab disebut demikian karena di sana ditemui kesan-kesan alur naga. Sekarang tempat itu bernama Kampung Galau.

Rombongan Kedua

Pimpinan rombongan ini bergelar Datuk Raja juga dan berasal dari keluarga Datuk Bandaro Penghulu Alam dari Sungai Tarab. Rombongan ini menetap di sebuah tempat yang kemudian terkenal dengan Kampung Sungai Layang.

Rombongan Ketiga

Rombongan ketiga ini datang dari Batu Sangkar juga, keluarga Datuk Makudum Sati di Sumanik. Mereka dua orang bersaudara: Sutan Sumanik dan Johan Kebesaran. Rombongan ini dalam perjalanannya singgah juga di Siak, Melaka, dan Rembau. Kemudian membuat sebuah perkampungan yang bernama Tanjung Alam yang kemudian berganti dengan Gunung Pasir.

Rombongan Keempat

Rombongan ini datang dari Sarilamak (Payakumbuh), diketuai oleh Datuk Putih dan mereka menepat pada Sutan Sumanik yang sudah duluan membuka perkampungan di Negeri Sembilan ini. Datuk Putih terkenal sebagai seorang pawang atau bomoh yang ahli ilmu kebatinan. Beliaulah yang memberi nama Seri Menanti bagi tempat istana raja yang sekarang ini.

Kemudian berturut-turut datang lagi rombongan lain-lainnya antaranya yang dicatat oleh sejarah Negeri Sembilan : Rombongan yang bermula mendiami Rembau datangnya dari Batu Hampar (Payakumbuh) dengan pengiringnya dari Batu Hampar sendiri dan dari Mungka. Nama beliau ialah Datuk Lelo balang. Kemudian menyusul lagi adik dari Datuk Lelo Balang bernama Datuk Laut Dalam dari Kampung Tiga Nenek.

Walaupun penduduk Negeri Sembilan mengakui ajaran-ajaran Datuk Perpatih nan Sebatang yang sangat populer di sini tetapi mereka tidak membagi persukuan atas 4 bagian seperti di Minagkabau. Mungkin disebabkan situasi dan perkembangannya sebagai kata pepatah : Dekat mencari suku jauh mencari Hindu, maka suku-suku di Negeri Sembilan berasal dari luhak dari tempat datang mereka itu atau negeri asal datangnya.

Berdasarkan asal kedatangan mereka yang demikian terdapatlah 12 suku di Negeri Sembilan yang masing-masing adalah sbb;

1. Tanah Datar
2. Batuhampar
3. Seri Lemak Pahang
4. Seri Lemak Minangkabau
5. Mungka
6. Payakumbuh
7. Seri Malanggang
8. Tigo Batu
9. Biduanda
10. Tigo Nenek
11. Anak Aceh
12. Batu Belang

Fakta-fakta dan problem

Sejarah Pada sebuah tempat yang bernama Sungai Udang kira-kira 23 mil dari Seremban menuju Port Dickson terdapat sebuah makam keramat. Disana didapati juga beberapa batu bersurat seperti tulisan batu bersurat yang terdapat di Batu Sangkar. Orang yang bermakam disana bernama Syekh Ahmad dan berasal dari Minangkabau. Ia meninggal dalam tahun 872 H atau 1467 Masehi. Dan masih menjadi tebakan yang belum terjawab, mengapa kedatangan Sekh itu dahulu kesini dan dari luahk mana asalnya.

Raja berasal Minangkabau

Dalam naskah pengiriman raja-raja yang delapan orang antaranya dikirimkan ke Rembau, Negeri Sembilan bernama Malenggang Alam. Tetapi bilamana ditinjau sejarah negeri Sembilan raja Minangkabau pertama dikirimkan kesini Raja Mahmud yang kemudian bergelar Raja Malewar.

Raja Malewar memegang kekuasaan antara tahun 1773-1795. Beliau mendapat 2 orang anak Tengku Totok dan puteri bernama Tengku Aisah. Beliau ditabalkan di Penajis Rembau dan kemudian pindah ke istana Seri Menanti. Sehingga sekarang masih populer pepatah yang berbunyi :

Be raja ke Johor
Bertali ke Siak
Bertuan ke Minangkabau

Kedatangan beliau ke Negeri Sembilan membawa selembar rambut yang kalau dimasukkan ke dalam sebuah batil atau cerana akan memenuhi batil atau cerana itu. Benda pusaka itu masuh tetap dipergunakan bila menobatkan seorang raja baru. Yang mengherankan kenapa sesudah meninggalnya Raja Malewar dalam tahun 1795 tidak diangkat puteranya menjadi raja melainkan sekali lagi diminta seorang raja dari Minangkabau. Dan dikirimlah Raja Hitam dan dinobatlkan dalam tahun 1795. Raja Hitam kawin dengan puteri Raja Malewar yang bernama Tengku Aisyah sayang beliau tidak dikarunia putera.
Raja Hitam kawin dengan seorang perempuan lain bernama Encek Jingka. Dari isterinya itu beliau mendapat 4 orang putera/puteri bernama : Tengku alang Husin, Tengku Ngah, Tengku Ibrahim dan Tengku Alwi. Dan ketika beliau wafat dalam tahun 1808 mengherankan pula gantinya tidaklah diangkat salah seorang puteranya.

Tetapi sekali lagi dikirimkan perutusan ke Pagaruyung untuk meminta seorang raja baru. Dan dikirimlah Raja Lenggang dari Minagkabau dan besar kemungkinan inilah Raja Melenggang Alam yang dikirimkan dari Minangkabau dan tersebut dalam naskah pengiriman raja-raja yang Delapan di Minangkabau.

Raja Lenggang memerintah antara tahun 1808 sampai tahun 1824. Raja Lenggang kawin dengan kedua puteri anak raja Hitam dan mendapat putera dua orang bernama : Tengku Radin dan Tengku Imam.

Ketika raja Lenggang meninggal dinobatkanlah Tengku Radin menggantikan almarhum ayah beliau. Dan inilah raja pertama Negeri Sembilan yang diangkat oleh Pemegang Adat dan Undang yang lahir di Negeri Sembilan. Dan keturunan beliaulah yang turun temurun menjadi raja di Negeri Sembilan. Raja Radin digantikan oleh adiknya Raja Imam (1861-1869). Dan selanjutnya raja-raja yang memerintah di Negeri Sembilan : Tengku Ampuan Intan (Pemangku Pejabat) 1869-1872, Yang Dipertuan Antah 1872-1888, Tuanku Muhammad 1888-1933, Tuanku Abdul Rahman 3/8/1933-1/4/1960, Tuanku Munawir 5/4/1960-14/4/1967, Tuanku Ja’far dinobatkan 18/4/1967.

Terbentuknya Negeri Sembilan

Semasa dahulu kerajaan negeri Sembilan mempunyai hubungan kekeluargaan dengan Minangkabau. Yang menjadi raja dinegeri ini asal berasal dari keturunan Raja Minangkabau. Istananya bernama Seri Menanti. Adat istiadatnya sama dengan Minangkabau, peraturan-peraturannya sebagiannya menurut undang-undang adat di Minangkabau. Mereka mempunyai suku-suku seperti orang Minangkabau tetapi berbeda cara pemakaiannya.

Perpindahan penduduk ini terjadi bermula pada abad ke :XIV yaitu ketika pemerintah menyarankan supaya rakyat memperkembang Minangkabau sampai jauh-jauh diluar negeri. Mereka harus mencari tanah-tanah baru, daerah-daerah baru dan kemudian menetap didaerah itu. Setengahnya yang bernasib baik dapat menemui tanah kediaman yang subur dan membuka tanah dan membuat perkampungan disitu. Ada pula yang bersatu dengan rakyat asli yang ditemui merka dan menjadi pemimpin disana. Sudah tentu adat-adat, undang-undang, kelaziman dinegeri asalnya yang dipergunakannya pula dinegeri yang baru itu. Sebagai sudah diuraikan orang-orang Minangkabau itu menjalani seluruh daerah : ke Jambi, Palembang, Indragiri, Taoung Kanan dan Tapung Kiri, Siak dan daerah lainya. Sebagiannya menyeberangi Selat Melaka dan sampai di Negeri Sembilan.

Pada abad ke XVI pemerintahan negeri mereka disana sudah mulai tersusun saja. Mereka mendirikan kerajan kecil-kecil sebanyak 9 buah dan kesatuan kerajan kecil-kecil itu mereka namakan NEGERI SEMBILAN. Negara ini terjadi sewaktu Minangkabau mempersatukan kerajaan-kerajaan kecil ini dan diperlindungkan dibawah kerajan Johor. Setelah negara kesatuan ini terbentuk dengan mufakat bersama dengan kerajaan Johor dimintalah seorang anak raja Pagaruyung untuk dinobatkan menjadi raja di Negrei Sembilan itu. Pada waktu itulah bermula pemerintahan Yang Dipertuan Seri Menanti.

Asal usul anak negeri disitu kebanyakan dari Luhak Lima Puluh Kota yaitu dari : Payakumbuh, Sarilamak, Mungka, Batu Balang, Batu Hampar, Simalanggang dan sebagian kecil dari Luhak Tanah Datar. Dari negeri-negeri mana mereka berasal maka nama-nama negeri itulah menjadi suku mereka. Sebagian tanda bukti bahwa rakyat Negeri Sembilan itu kebanyakan berasal dari Luhak Lima Puluh Kota sampai sekarang masih terdapat kata-kata adat yang poluler di Lima Puluh Kota : "Lanun kan datang merompak, Bugis kan datang melanggar". Kata-kata adat ini sering tersebut dalam nyanyian Hikayat Anggun nan Tunggal Magek Jabang. Di tanah Melaka kata-kata ini menjadi kata sindiran atau cercaan bagi anak-anak nakal dan dikatakan mereka "anak lanun" atau anak perompak.

Kalau dibawa kepada jalan sejarah diatas tadi, maka yang dimaksud dengan "lanun" itu ialah perompak, rakyat dari Raja Daeng Kemboja yang hendak merampas Negeri Sebilan. Dan Bugis adalah nama negeri asal Daeng Kemboja tadi. Dan memang aneh, kata lanun yang jadi buah nyanyian oleh rakyat Lima Puluh Kota ini tidak dikenal oleh rakyat Luhak Agam dan sedikit oleh rakyat rakyat Luhak Tanah Datar. Karena memang fakta sejarah keturunan anak negeri Sembilan itu sebagian besar berasal dari Luhak Lima Puluh Kota. Nama suku-suku rakyat disana menjadi bukti yang jelas.

Oleh karena Sultan Johor sudah memberikan bantuannya dalam melindungi rakyat Negeri Sembilan ini dari jarahan lanun atau Daeng Kemboja, disebabkan ini pulalah Yang Dipertuan Pagaruyung memberikan bantuan kepada Sultan Johor dalam memberikan bantuan ikut bertempur di Siak untuk memerangi bangsa Aceh. Maka hubungan yang demikian rapat semenjak berabad-abad itu menjadikan hubungan antara negara yang akrab : Negeri Sembilan pada khususnya, Indonesia - Malaysia pada umumnya.
lien_benz   24/06/09 04:40
air kuning selatan

cye nk wt keje krsus sjarh... so ’cye mnx cgat tlong bnykkn mklumat tntg istana seri menanti... PLEZ...
Khairil   13/08/09 01:48
Rembau, Negeri Sembilan

Sesiapa yang ingin mengetahui Istana Lama Seri Menanti, bolehlah layari laman ini http://nagarinansembilan.blogspot.com.
Ianya juga menerangkan mengenai Adat Perpatih di Rembau yang lebih dikenali sebagai Adat Rembau, Institusi Undang Luak Rembau, Institusi Di-Raja Negeri Sembilan.

Mengenai Istana Lama Seri Menanti, bolehlah rujuk Syarahan Negeri yang terdapat di dalam blog ini. Semoga bermanfaat untuk semua orang.
quyat   17/01/10 01:03
bukittinggi sumatra barat

waaah saya sangat tertarik dengan ini...
Insya Allah april nanti saya akan berkunjung ke kuala lumpur..
mudah2an saya sempat juga berkunjung kesini.. melihat saudara2 yang sama2 berdarah minang...

mohon infonya yaah...
Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.wisatamelayu.com/
Komentar - komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
    your browser doesn't support image
Masukkan text diatas
*
   
* = Harus diisi
Fasilitas
  • Hotel
  • Bank
  • ATM dan Penukaran Uang
  • Pusat Informasi Wisata
  • Restoran dan Cafe
  • Biro Perjalanan
  • Souvenir / Cindera Hati
  • Imigrasi
  • Konsulat
  • Terminal Bus
  • Stasiun Kereta Api
  • Pelabuhan Laut / Dermaga
  • Pelabuhan Udara / Bandara
  • Maskapai Penerbangan
  • Kantor Pos
  • Telekomunikasi
  • Rumah Sakit
  • Fotografi & Studio
  • Catering
  • Fasilitas Lainnya
Ads