Khamis, 25 Ramadhan 1435 (Rabu, 23 Juli 2014)
Loading

Menerawang Puncak G. Merapi di Ketep Pass, Magelang

 
Menerawang Puncak G. Merapi di Ketep Pass, Magelang
Suasana Ketep Pass

Oleh: Rahmi

Memandangi puncak Gunung Merapi, apalagi saat tengah memuntahkan lahar, akan lebih puas bila dilihat dari Ketep Pass. Sebagai salah satu tempat pemantauan Merapi, Ketep Pass berada di sebuah bukit kecil di pinggiran jalan menuju kawasan wisata Kopeng, Magelang.

Menuju ke sana cukup mudah, kita bisa berangkat dari Pabrik Kertas Blabak, Magelang ke arah Timur. Selain jalanannya beraspal dan bagus, angkot-angkot pun banyak berseliweran ke sana.

Jalan menuju Ketep sudah di aspal untuk memudahkan pengunjung, meski cukup berliku layaknya jalan menuju Puncak Pass, Bogor. Perjalanan dijamin menyenangkan, sebab selain di sapa hawa dingin pegunungan, Anda juga bisa memandang Magelang dari ketinggian.

Gardu Pandang Ketep Pass yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini, didirikan Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri, tahun 2002.


Gardu Pandang di Ketep Pass
Sumber Foto: http://bagja2000.multiply.com

Awalnya Ketep hanya sebukit kecil. Sekitar tahun 2000, atas prakarsa Gubernur Jawa Tengah, Mardiyanto, bukit ini kemudian dikepras, diratakan, diperkeras, dan dilengkapi berbagai fasilitas, sehingga semua orang bisa singgah menyaksikan keindahan alam.

Memasuki kawasan Ketep, Anda akan disambut pemandangan kelima gunung tertinggi di Jawa Tengah. Selain Gunung Merapi dan Merbabu, di sisi lain juga terlihat Gunung kembar Sindoro-Sumbing dan Gunung Slamet.

Di bawahnya, kita bisa melihat hamparan sawah dan rumah-rumah di sekitar Merapi dan Merbabu. Di hari libur kawasan ini termasuk ramai pengunjung, baik keluarga maupun pasangan muda.


Gunung Merapi dilihat dari Ketep
Sumber Foto: ipat-hikmat.blogspot.com

Sambil bercengkarama di bangku-bangku dan gazebo yang tersedia, Anda juga bisa mengintip puncak Merapi dan Merbabu melalui teropong. Cukup dengan Rp. 3.500 per tiga menit, Anda bisa melihat dari dekat dan dengan mata kepala sendiri, kawah Merapi yang menyembulkan asap.

Untuk memberikan informasi lebih lengkap tentang terbentuknya Gunung Merapi, Ketep Pass juga menyediakan Museum Gunung Api dan Teater Vulkanologi.

Museum Vulkanologi terletak di bawah Teater. Cukup dengan membayar karcis sebesar Rp. 3.500, Anda akan disuguhkan berbagai foto bersejarah Merapi, dari letusan yang pertama hingga yang terakhir, tahun 2006 lalu.

Terdapat juga miniatur Gunung Merapi di tengah museum dan data teknis lainnya, seperti peta kontur, besaran kawah, jenis bebatuan, hingga kandungan Gas dari kepulan asap beberapa gunung di sekitar Pulau Jawa.

Di museum ini juga terpampang foto raksasa Puncak Garuda yang berdiri tegak laksana pilar di Puncak Merapi. Konon Puncak Garuda ini sudah runtuh sebagian, akibat letusannya sendiri.


Tiang Berbentuk Garuda di Ketep
Sumber Foto: www.panoramio.com

Sedang sejarah terbentuknya Gunung Merapi dan dokumentasi letusan-letusannya, Anda bisa menyaksikannya di Teater Vulkanologi. Teater ini memiliki beberapa jam pertunjukkan, yaitu sekitar 30 menit sekali, dengan tiket sebesar Rp. 5.000/orang.

Agak ke bawah dari pelataran Ketep Pass yang dinamakan Panca Arga, Anda akan menemukan jajaran pedagang makanan dan minuman. Rasanya nikmat sekali bukan, menerawangi keindahan Gunung Merapi, sambil menyeruput kopi dan mencicipi jagung bakar.

Ketep Pass buka dari pukul 05.30 (bila ingin lihat matahari terbit) hingga pukul 20.00 WIB. Di hari-hari libur yang ramai pengunjungnya, Ketep Pass kadang buka hingga tengah malam. (Selasa, 19 Februari 2008/11:15:36).

__________

Rahmi

Sumber: http://www.halohalo.co.id
Sumber Foto: http://bagja2000.multiply.com

Dibaca 9.889 kali

Tulis komentar Anda !



Ads

Adsense Indonesia