Tsulasa', 01 Rajab 1433 (Selasa, 22 Mei 2012)
Makam Kanjeng Sepuh SedayuKabupaten Kediri - Jawa Timur - Indonesia
A. Selayang Pandang
Gresik tidak hanya terkenal sebagai salah satu kota industri terbesar di Jawa Timur saja, tapi juga menjadi salah satu tujuan wisata sejarah, khususnya wisata makam para tokoh bersejarah. Makam Kanjeng Sepuh adalah salah satu dari sejumlah makam tokoh besar yang ramai diziarahi oleh wisatawan dari berbagai daerah. Menurut cerita, Kanjeng Sepuh Sedayu adalah gelar yang diberikan kepada Raden Adipati Suryodiningrat, putra Sayid Abdur Rohman Sinuwun Solo. Gelar tersebut diperoleh saat dinobatkan menjadi bupati atau adipati ke-8 di Sidayu.
Selain sebagai bupati, Kanjeng Sepuh Sedayu juga dikenal sebagai ulama yang sakti dan ahli strategi. Semasa pemerintahannya, Kanjeng Sepuh Sedayu juga dikenal sangat dekat dengan rakyat. Pada malam hari, ia kerap berkeliling ke seluruh wilayah kadipaten untuk mengetahui keseharian dan problem yang dihadapi rakyatnya. Ia juga berani menentang kebijakan Belanda tentang pajak dan melindungi rakyatnya dari berbagai penindasan Belanda.
Atas kiprahnya sebagai bupati sekaligus ulama yang berpihak kepada rakyat, Kanjeng Sepuh Sedayu pantas mendapat penghormatan. Hingga kini masyarakat Sedayu dan sekitarnya selalu berbondong-bondong menziarahi makamnya untuk memberi penghormatan. Hampir setiap hari, makam Kanjeng Sepuh dipenuhi peziarah. Kunjungan peziarah akan mencapai puncaknya setiap hari Jum’at Pahing. Untuk mengenang kebesaran Kanjeng Sepuh Sedayu, masyarakat setiap tahun mengadakan haul dan istighotsah akbar di Masjid Kanjeng Sepuh Sedayu. Acara ini sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Sedayu.
B. Keistimewaan
Di Kompleks Makam Kanjeng Sepuh Sedayu, ada sejumlah makam tokoh-tokoh masyarakat Sedayu yaitu makam para Bupati Sedayu dan keturunannya. Uniknya, bentuk jirat atau nisan makam tersebut ada yang berbentuk segi empat dan ada pula yang berbentuk segi delapan. Khusus untuk makam para bupati diberi cungkup dan inskripsi yang berbahasa Melayu, Jawa, dan Belanda dengan menggunakan huruf Arab, Jawa, dan Latin. Selain sebagai acuan periodesasi awal hingga masa kolonial, penggunaan ketiga bahasa tersebut juga sebagai wujud dari akulturasi beberapa unsur kebudayaan.
Unsur kebudayaan pra Islam terlihat pada atap dan nisan makam yang menggunakan motif medolion, makutha, dan aksara Jawa Kuno. Adapun unsur kebudayaan Islam tampak jelas pada atap makam yang bermotif sayap, teratai, kekayon, dan huruf Arab-Jawa. Sementara pada kolom tulis dari setiap inskripsi dihiasi dengan rangkaian suluran, yaitu ranting atau dahan, daun, dan bunga. Keberadaan unsur-unsur tersebut adalah upaya untuk menjembatani agar kebudayaan Islam sebagai unsur yang baru dapat diterima oleh masyarakat Sedayu yang sebelumnya beragama Hindu-Buddha.
Di Kawasan Komplekss Makam Kanjeng Sepuh Sedayu juga terdapat masjid bersejarah, Masjid Agung Kanjeng Sepuh, yang merupakan peninggalan Kanjeng Sepuh Sedayu. Seperti halnya bentuk hiasan pada makam, bentuk atap dan mimbar masjid ini juga dihiasi dengan motif dari unsur kebudayaan pra Islam maupun kebudayaan Islam. Selain masjid, Kanjeng Sepuh Sedayu juga meninggalkan beberapa situs penting lainnya seperti Telaga Rambit dan Sumur Dhahar. Kedua situs ini masing-masing berada di Desa Purwodadi dan Golokan, Sidayu. Menurut cerita masyarakat setempat, meskipun setiap hari digunakan untuk air minum dan kebutuhan sehari-hari (seperti mandi dan mencuci), air telaga dan sumur tersebut tidak pernah habis, bahkan pada saat musim kemarau sekalipun.
C. Lokasi
Kompleks Makam Kanjeng Sedayu terletak di pusat Kota Sidayu, tepatnya di Desa Kauman, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
D. Akses
Desa Kauman di mana Kompleks Makam Kanjeng Sedayu berada berjarak sekitar 28 km dari Kota Gresik. Desa ini dapat dijangkau dengan menggunakan transportasi umum maupun pribadi. Untuk mencapai tempat ini Anda dapat mengambil jalur Pantura, Gresik-Tuban.
E. Tiket Masuk
Untuk memasuki kawasan Makam Kanjeng Sepuh Sedayu pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk. Para pengunjung hanya diminta memberi sumbangan suka rela yang akan digunakan untuk biaya perawatan makam.
F. Fasilitas dan Akomodasi
Di Kompleks Makam Kanjeng Sepuh Sedayu terdapat masjid untuk tempat beribadah, tempat parkir yang luas, kamar mandi, dan sejumlah warung makan yang menyediakan makanan khas Jawa Timur seperti Sego Rawon, Sego Bebek, Sego Krawu, Soto Lamongan, dan Sate Madura. Selain itu, di sepanjang jalan gapura selamat datang sampai pintu masuk makam juga terdapat pertokoan.
(Samsuni/wm/43/09-2011)
Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro, silakan hubungi:
Maharatu Tour and Travel
Jl. Sisingamangaraja No. 27 Yogyakarta.Telp. +62 274 8373005. Fax. +62 274 379250
Email : maharatu@maharatu.com -maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.




Hari ini
Kemarin
Minggu kemarin
Bulan kemarin 

