Arbia', 26 Dzul Hijjah 1435 (Selasa, 21 Oktober 2014)
Loading

Kabuto
Kabupaten Muna - Sulawesi Tenggara - Indonesia

a:2:{s:2:"id";s:6:"Kabuto";s:2:"en";s:0:"";}
Rating : Rating 0 0 (0 pemilih)

A.    Selayang Pandang

Kabuto adalah salah satu makanan khas masyarakat Muna, Sulawesi Tenggara. Panganan tradisional ini mirip dengan gathot dari Jawa, khususnya daerah Gunungkidul, Yogyakarta. Kesamaan kedua makanan ini adalah sama-sama berbahan dasar ketela pohon yang telah kering lalu dimasak. Adapun perbedaannya terletak pada bahan pelengkapnya. Gathot hanya diberi campuran parutan kelapa dan garam untuk rasa asin atau gula merah untuk rasa manis. Sementara Kabuto, selain diberi campuran parutan kelapa, juga ditambahkan dengan ikan asin goreng.

Sejak dulu, Kabuto merupakan makanan pokok masyarakat Muna yang tinggal di daerah pesisir sebagai pengganti nasi, terutama pada masa-masa paceklik. Dilihat dari struktur tanahnya, wilayah yang berada di pesisir pada umumnya memiliki kondisi tanah yang kurang subur dan jauh dari sumber pengairan air tawar sehingga tanaman padi sulit untuk tumbuh. Kondisi inilah yang memaksa penduduk setempat mencari tanaman alternatif selain padi. Maka, dipilihlah ketela pohon karena makanan dari bahan baku tersebut dapat memberi rasa kenyang dan tahan lama sebagaimana nasi. Tidak diketahui mengapa kuliner khas Muna ini dinamakan Kabuto. Namun yang pasti, nama makanan ini tidak ada hubungannya dengan nama salah satu tokoh animasi film Jepang yaitu Kabuto Yakushi, atau tokoh dalam film Kamen Rader Kabuto.

Sampai saat ini, Kabuto menjadi salah satu makanan lokal yang banyak dicari oleh para penikmat kuliner. Melihat peluang tersebut, pada tahun 2009 lalu, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Sulawesi Tenggara bekerjasama sama dengan Pusat Kajian Makanan Tradisional (PKMT) dari Universitas Haluoleo (Unhalu) mengadakan penelitian dan pembuatan Kabuto Instan. Pengkajian ini dilakukan seiring dengan terbitnya Peraturan Presiden No.22 Tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaraman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal. Salah satu prioritas dalam kajian pembuatan Kabuto instan ini adalah penggunaan teknologi yang sederhana sehingga masyarakat mampu memproduksinya untuk dijadikan makanan pokok pengganti beras. Selain itu, pembuatan Kabuto instan juga ditujukan untuk menjadikan makanan khas Muna ini sebagai makanan yang bergizi tinggi sekaligus memberikan tambahan aneka rasa seperti rasa kacang hijau, kacang tanah, kedelai, dan sebagainya.

Cara mengolah ketela pohon menjadi Kabuto cukup mudah. Ketela pohon terlebih dahulu dikupas kulitnya lalu dijemur hingga kering. Di Jawa, ketela pohon kering seperti ini disebut dengan gaplek. Untuk mendapatkan rasa yang lebih nikmat, ketela pohon harus dijemur lama sehingga keringnya sempurna. Setelah itu, ketela pohon kering tersebut dicuci bersih lalu dipotong-potong dan kemudian direbus selama kurang lebih 1 jam. Sembari menunggu ketela pohonnya matang, Anda dapat menyiapkan kelapa parut sebagai campuran utamanya. Setelah matang, ketela pohon disisihkan hingga airnya hilang. Setelah itu, campurkan dengan parutan kelapa dan aduk hingga merata. Kabuto pun siap disajikan bersama ikan asin goreng sebagai lauknya. Makanan khas Muna ini lebih nikmat jika diberi alas daun pisang dan disantap saat masih panas.

B.    Keistimewaan

Kabuto menjadi salah satu sajian istimewa di kalangan masyarakat Muna karena memiliki citarasa dan aroma yang khas. Kekhasan rasa dan aromanya muncul dari bahan dasar ketela pohon yang telah dikeringkan lalu dimasak. Di samping itu, teksturnya yang kenyal dan ditambah dengan campuran parutan kepala menambah kenikmatan tersendiri saat Anda mengunyah makanan khas Muna ini.

Makanan ini akan terasa lebih nikmat jika dimakan bersama dengan ikan asin goreng. Selain rasanya nikmat dan mengenyangkan, Kabuto juga dipercaya dapat mencegah penyakit maag. Meskipun kandungan kalorinya lebih rendah dari pada beras, Kabuto dapat dijadikan sebagai makanan pokok pengganti beras.

C.    Lokasi

Kabuto dapat Anda jumpai di desa-desa nelayan di kawasan pesisir pantai Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

D.    Harga

Untuk menikmati Kabuto Anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam karena harganya cukup murah. Satu porsi Kabuto hanya dibadrol dengan harga sekitar Rp. 4.000,00 hingga Rp. 5.000,00. Harga tersebut sudah termasuk lauk ikan asinnya. (Samsuni/iw/29/01-2012)

 

Dari berbagai sumber

Sumber foto: www.kmk312christine.wordpress.com

Dibaca 2.013 kali
Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.
Komentar - komentar

wan_kanthil · jagalan kotagede   03/01/2009 01:38

anda pernah ke yogyakarta, tp anda blum puas rasanya kalau belum mampir ke kotagede, karna kotagede banyak sekali peningalan_peningalan bekas kerajaan mataram. karna kotagede adalah puser / jantung kota yogyakarta.

suci · jln. intan 4 no. 150 perumnas pegambiran   19/04/2009 10:44

lestarikan terus tarian ranah minang. jangan sampai tarian kita diambil sama orang lain. key... ^_^

ali · indramayu   01/06/2009 09:16

wah web ini sangat bagus sekali, ha ini menunjukan kepada dunia karena ada sesuatu yang berharga di cirebon.

Syamsul Hadi · Banyumulek Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok   04/06/2009 01:39

Kami atas nama pemuda banyumulek, mengharapkan Bapak dari Dinas Pariwisata untuk lebih menghidupkan wisatawan ke desa kami, dan tidak ada lagi sistem Guide yang menerima persenan dari Art Shop. karena itu bisa mematikan perajin, dan wisatawan kurang puas.

irfan · pandeglang   23/06/2009 11:44

untuk dapat mengunjungi pulau ini bagaimana aksesnya? dan apakah pulau ini dilindungi atau sudah fuul objek wisatta yang sudah dikomersialkan???

edwin · pondok aren - jakarta   23/08/2009 04:08

MAJID azizi adalah tempat kami bermain waktu kecil...

fatkur · sidoarjo   26/08/2009 16:49

gunung bromo adalah gunung yg paling bagus pemandanganya dan kaya budaya, apalagi klo kesana kebetulan ada upacara kosodo pasti seru banget lho!

Opie · jombang,east java   26/08/2009 19:31

Dengan keindahan seperti pantai-pantai di Batam yang amat sangat menggairahkan, saya pingin beradventure ke sana. Dan semoga semua wisatwan domestik maupun mancanegara bisa menikmati pantai-pantai di Indonesia khususnya di kepulauan Riau, Batam.

firman tajudin · Jl. Pilang Widya No 18 Madiun   28/08/2009 07:17

fasilitas apa saja yang di punyai WBL sampai dengan saat ini... apakah tiket masuk termasuk sudah termasuk permainan yg berada di WBL???

parlin · jl .purwodadi p.pknbaru   03/11/2010 06:48

taman wisata memang sangat keren banget maka nya buruan kesana pasti ngak nyesal. deh.......!

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.wisatamelayu.com/
Komentar - komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
    This should be captcha image! but your browser doesn't support image
Ketik teks diatas
*
   
* = Harus diisi
  • Hotel
  • Bank
  • ATM dan Penukaran Uang
  • Pusat Informasi Wisata
  • Restoran dan Cafe
  • Biro Perjalanan
  • Souvenir / Cindera Hati
  • Imigrasi
  • Konsulat
  • Terminal Bus
  • Stasiun Kereta Api
  • Pelabuhan Laut / Dermaga
  • Pelabuhan Udara / Bandara
  • Maskapai Penerbangan
  • Kantor Pos
  • Telekomunikasi
  • Rumah Sakit
  • Fotografi & Studio
  • Catering
  • Fasilitas Lainnya
Ads

Adsense Indonesia