Isnain, 19 Jumadil Akhir 1435 (Minggu, 20 April 2014)
Loading

Pantai Lahilote
Kota Gorontalo - Gorontalo - Indonesia

a:2:{s:2:"id";s:15:"Pantai Lahilote";s:2:"en";s:0:"";}
Pantai Lahilote atau Pantai Pohe di kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Indonesia
Rating : Rating 2.5 2.5 (8 pemilih)

A. Selayang Pandang

Pantai Lahilote yang juga dikenal dengan sebutan Pantai Pohe, terletak kurang lebih 6 kilometer dari pusat Kota Gorontalo. Di pantai dengan panorama yang indah ini, wisatawan akan menemukan batu berbentuk telapak kaki yang dalam bahasa setempat disebut Botu Liyodu Lei Lahilote (batu bekas tapak kaki si Lahilote).

Nama Lahilote berasal dari legenda setempat. Dalam situs http://filateli.wasantara.net.id disebutkan, pada jaman dahulu, di sebuah hulu sungai di Gorontalo hidup seorang pemuda sederhana bernama Lahilote. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, setiap hari pemuda ini mencari rotan di hutan. Pada suatu hari, ketika sedang sibuk mencari rotan, Lahilote terkejut dengan suara para perempuan yang sedang riang mandi di sungai. Para perempuan yang ternyata tujuh bidadari (Putri lo Owabu) itu meletakkan selendang-selendangnya di tepi sungai. Selendang tersebut berfungsi sebagai sayap ketika mereka terbang.

Tanpa pikir panjang, sebagaimana Jaka Tarub dalam cerita yang berkembang di masyarakat Jawa, Lahilote mencuri salah satu selendang para bidadari tersebut. Para bidadari terkejut karena kehadiran sesosok manusia di sekitar sungai, sehingga mereka bergegas mengambil selendang dan terbang ke angkasa. Namun malang, seorang bidadari tak menemukan selendangnya, sehingga harus tetap tinggal bersama Lahilote. Atas bujuk rayu Lahilote, sang bidadari yang bernama Boilode Hulawa itu akhirnya mau dipersunting dan menjadi istri Lahilote.

Ikatan perkawinan mereka ternyata tak berlangsung lama. Ketika Lahilote pergi ke hutan untuk mencari rotan, sang istri secara tak sengaja menemukan selendang yang disimpan oleh Lahilote di dalam bambu di atas para-para. Perasaan sang bidadari terkejut, senang bercampur kecewa. Sebab, suami yang ia percaya ternyata telah menipunya. Ketika Lahilote pulang, ia menemukan tabung bambu sudah terbuka. Selendang dan istrinya juga telah menghilang. Dalam bimbang, Lahilote bertemu dengan Polahi (seorang anggota suku yang tinggal di dalam hutan) yang memberinya sebatang rotan. Dengan rotan itu Lahilote melentingkan dirinya, menyusul sang bidadari ke kahyangan.

Di kahyangan, Lahilote bertemu istrinya. Namun, setelah agak lama tinggal di kahyangan, istrinya melihat rambut Lahilote mulai beruban. Kenyataan ini membuat penguasa kahyangan berang, sebab hanya mereka yang tidak mengalami ketuaan (ditandai dengan tidak tumbuhnya uban) saja yang boleh tinggal di kahyangan. Lahilote pun harus meninggalkan kahyangan dan kembali ke bumi dengan memanfaatkan tali yang terbuat dari rambut ubannya.

Belum sampai menapak di atas bumi, tali rambut tersebut putus, sehingga tubuh Lahilote terhempas ke bumi. Salah satu telapak kakinya membekas di sebuah pantai di Kampung Pohe, Kota Gorontalo,  sementara kaki sebelahnya membekas di Pantai Kwandang Kabupaten Gorontalo (versi lain mengatakan di Pulau Boalemo, Sulawesi Tengah). Melalui legenda yang diceritakan secara turun temurun ini, masyarakat dan wisatawan mengenal pantai indah di Kampung Pohe tersebut dengan sebutan Pantai Lahilote.

B. Keistimewaan

Pantai Lahilote memiliki garis pantai melengkung yang menyerupai teluk. Dari salah satu ujung Pantai Lahilote, kita bisa menyaksikan lekuk-lekuk garis pantai yang dilatarbelakangi oleh perbukitan yang menghijau. Di tepi pantai wisatawan dapat duduk santai mengedarkan pandangan ke sekeliling, menyaksikan lidah-lidah ombak yang membuih menerpa pasir pantai. Arus ombak Pantai Lahilote tergolong kecil, sehingga aman untuk kegiatan berenang, snorkeling, maupun sekedar bermain air.


Pasir putih di Pantai Lahilote
Sumber Foto: http://gorontalo.perbendaharaan.go.id

Di pantai ini wisatawan juga dapat menikmati hamparan pasir putih yang cukup cocok untuk aktivitas bermain pasir, voli pantai, atau berjalan kaki menyusuri tepian pantai. Apabila berkunjung pada sore hari, jangan lupa untuk menyempatkan diri menyaksikan matahari terbenam (sunset) di pantai ini. Sebab, panorama sunset Pantai Lahilote termasuk salah satu sunset terindah di Gorontalo.

Selain berbagai panorama alam tersebut, tentu saja kunjungan Anda akan terasa kurang berkesan jika tidak menyaksikan bekas tapak kaki yang dipercaya sebagai peninggalan Lahilote. Dengan melihat batu bekas tapak kaki tersebut wisatawan dapat mengetahui dan memahami legenda lokal khas Gorontalo yang mengandung nilai moral usaha manusia untuk menggapai keinginannya memperistri seorang bidadari. Namun, pada akhirnya si Lahilote harus berpisah dan kembali ke bumi, karena kondrat mereka yang berbeda: bidadari tidak mengalami ketuaan (awet muda), sedangkan manusia mengalami ketuaan (ditandai dengan tumbuhnya uban).

C. Lokasi

Pantai Lahilote terletak di Kelurahan Pohe, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Indonesia.

D. Akses

Dari pusat Kota Gorontalo, Pantai Lahilote terletak sekitar 6 kilometer. Dari pusat kota menuju obyek wisata pantai ini, wisatawan dapat memanfaatkan jasa mikrolet, bendi, bentor (bendi motor), maupun ojek. Bagi wisatawan dari luar Gorontalo, terdapat beberapa alternatif moda transportasi untuk menuju provinsi ini.

Untuk transportasi udara, saat ini Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo telah melayani penerbangan dari dan ke berbagai kota di Indonesia, seperti penerbangan Jakarta-Palu-Gorontalo, Manado-Gorontalo, maupun Makassar-Gorontalo. Apabila ingin memanfaatkan jasa kapal laut, wisatawan dapat mendarat di Pelabuhan Gorontalo atau di Pelabuhan Anggrek Kwandang, di Kabupaten Gorontalo. Secara reguler, kapal penumpang seperti KM Umsini, KM Kambuna, KM Tilongkabil, serta KM Awu menyinggahi kedua pelabuhan laut tersebut.

Namun, jika ingin menggunakan jasa transportasi darat, wisatawan dapat menempuh perjalanan dari kota-kota utama di Pulau Sulawesi, seperti Manado, Bitung, Kotamobagu, Palu, Poso, Parepare, atau Makassar dengan menggunakan bus besar atau bus DAMRI. Wisatawan yang menggunakan jasa bus dapat turun di Terminal 1942 di Kota Gorontalo atau Terminal Isimu di Kabupaten Gorontalo. Dari kedua terminal tersebut, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju Pantai Lahilote dengan berbagai angkutan umum seperti disebutkan di atas.

E. Harga Tiket

Masih dalam proses pengumpulan data.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Wisatawan yang memerlukan tempat menginap dapat menyewa penginapan-penginapan dengan berbagai tipe di Kota Gorontalo. Selain itu, mengunjungi kota ini tentu tak lengkap jika tidak mencicipi masakan khas daerah ini, misalnya Bintebiluha, yang menjadi menu utama beberapa rumah makan dan restoran di Kota Gorontalo. Selain mengunjungi Pantai Pohe, wisatawan juga dapat mengunjungi Monumen Nani Wartabone, tokoh pejuang asal Gorontalo yang telah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional.

(Lukman/wm/60/06-09)

______

Daftar Bacaan:

Dibaca 5.403 kali
Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.
Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.wisatamelayu.com/
Komentar - komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
    This should be captcha image! but your browser doesn't support image
Ketik teks diatas
*
   
* = Harus diisi
  • Hotel
  • Bank
  • ATM dan Penukaran Uang
  • Pusat Informasi Wisata
  • Restoran dan Cafe
  • Biro Perjalanan
  • Souvenir / Cindera Hati
  • Imigrasi
  • Konsulat
  • Terminal Bus
  • Stasiun Kereta Api
  • Pelabuhan Laut / Dermaga
  • Pelabuhan Udara / Bandara
  • Maskapai Penerbangan
  • Kantor Pos
  • Telekomunikasi
  • Rumah Sakit
  • Fotografi & Studio
  • Catering
  • Fasilitas Lainnya
Ads

Adsense Indonesia